Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihiko Noda hari ini mengangkat Menteri Kehakiman baru menyusul pengunduran diri Keishu Tanaka terkait masa lalunya dengan Yakuza.
Pilihan PM Noda jatuh pada Makoto Taki yang sebelumnya telah menjabat posisi tersebut. Taki digantikan oleh Tanaka pada 1 Oktober lalu, namun kini dia kembali ke pekerjaan lamanya itu.
"Mantan Menteri Kehakiman Taki telah memiliki pemahaman kerja administrasi kehakiman yang menyeluruh," kata Ketua Sekretaris Kabinet Jepang Osamu Fujimura seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (24/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun Tanaka mengundurkan diri pada Selasa, 23 Oktober kemarin dengan menyebut masalah kesehatan sebagai alasan pengunduran dirinya. Namun pengunduran diri Tanaka terjadi setelah Tanaka terpaksa mengakui bahwa dirinya pernah dekat dengan sindikat kejahatan terorganisir Yakuza.
Pengunduran diri Tanaka ini disebut-sebut terkait dengan ulasan sebuah majalah mingguan setempat yang menyebut Tanaka memiliki hubungan erat dengan seorang anggota yakuza di masa lalunya. Pada 12 Oktober lalu, Tanaka memberikan pengakuan cukup mengejutkan kepada publik.
Pria berusia 74 tahun ini mengakui dirinya sempat menjadi mak comblang bagi seorang anggota senior geng Yakuza terbesar di Yokohama. Dia bahkan pernah menghadiri pesta yang digelar oleh pemimpin Yakuza tersebut.
Namun hal tersebut terjadi sekitar 30 tahun lalu dan Tanaka menyebutnya sebagai kisah lama. Saat itu, Tanaka sempat membantah dirinya akan mengundurkan diri dari jabatannya akibat pemberitaan ini. (ita/nwk)











































