Seperti dilansir AFP, Rabu (24/10/2012), para mahasiswa menggelar unjuk rasa di Sittwe, yang merupakan ibukota negara bagian Rakhine. Unjuk rasa digelar tepat sehari setelah kekerasan sektarian antara warga Buddha Rakhine dan muslim Rohingya kembali terjadi wilayah tersebut.
Kekerasan sektarian yang terjadi pada Senin (22/10) malam waktu setempat, menewaskan sedikitnya 3 orang, yakni seorang pria etnis Rakhine dan dua wanita muslim Rohingya. Ratusan rumah warga juga dibakar dalam kekerasan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konflik sektarian yang terjadi di wilayah Rakhine sejak Juni lalu telah memakan puluhan korban jiwa. Puluhan ribu warga pun terpaksa mengungsi. Pemerintah dan publik Myanmar menganggap minoritas muslim Rohingya sebagai imigran ilegal dari Bangladesh. Banyak warga Myanmar yang menyebut mereka 'Bengali'.
Secara terpisah, seorang juru bicara wilayah Rakhine, Myo That menuturkan, kekerasan kembali terjadi pada Selasa (23/10) malam waktu setempat. Terjadi aksi pembakaran rumah warga di dua kota di wilayah tersebut.
"Kembali terjadi bentrokan kemarin (23/10) malam dan rumah-rumah dibakar di kota Myebon dan Kyauk Phyu. Mereka mengambil kesempatan ini untuk saling menyerang satu sama lain di malam hari saat gelap," tutur Myo That kepada AFP.
(nvc/ita)










































