Ratusan Mahasiswa Buddha Gelar Aksi Demo Anti-Rohingya di Myanmar

Ratusan Mahasiswa Buddha Gelar Aksi Demo Anti-Rohingya di Myanmar

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 24 Okt 2012 16:07 WIB
Ratusan Mahasiswa Buddha Gelar Aksi Demo Anti-Rohingya di Myanmar
Ilustrasi (AFP)
Yangon, - Sekitar 800 mahasiswa Buddha di Myanmar turun ke jalan untuk berunjuk rasa menentang muslim Rohingya. Dalam aksinya, mereka mendorong pengusiran warga muslim Rohingya keluar dari negara bagian Rakhine, menyusul bentrokan sektarian yang kembali terjadi.

Seperti dilansir AFP, Rabu (24/10/2012), para mahasiswa menggelar unjuk rasa di Sittwe, yang merupakan ibukota negara bagian Rakhine. Unjuk rasa digelar tepat sehari setelah kekerasan sektarian antara warga Buddha Rakhine dan muslim Rohingya kembali terjadi wilayah tersebut.

Kekerasan sektarian yang terjadi pada Senin (22/10) malam waktu setempat, menewaskan sedikitnya 3 orang, yakni seorang pria etnis Rakhine dan dua wanita muslim Rohingya. Ratusan rumah warga juga dibakar dalam kekerasan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koordinator aksi demo ini, Wai Yan, menuturkan bahwa aksi ini dimaksudkan sebagai bentuk penolakan untuk 'belajar dengan teroris Bengali'. Mereka juga menyerukan pemindahan desa yang dihuni warga muslim Rohingya yang ada di sepanjang jalan menuju kampus mereka.

Konflik sektarian yang terjadi di wilayah Rakhine sejak Juni lalu telah memakan puluhan korban jiwa. Puluhan ribu warga pun terpaksa mengungsi. Pemerintah dan publik Myanmar menganggap minoritas muslim Rohingya sebagai imigran ilegal dari Bangladesh. Banyak warga Myanmar yang menyebut mereka 'Bengali'.

Secara terpisah, seorang juru bicara wilayah Rakhine, Myo That menuturkan, kekerasan kembali terjadi pada Selasa (23/10) malam waktu setempat. Terjadi aksi pembakaran rumah warga di dua kota di wilayah tersebut.

"Kembali terjadi bentrokan kemarin (23/10) malam dan rumah-rumah dibakar di kota Myebon dan Kyauk Phyu. Mereka mengambil kesempatan ini untuk saling menyerang satu sama lain di malam hari saat gelap," tutur Myo That kepada AFP.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini