Disudutkan dalam Debat Capres AS, Ini Respons China

Disudutkan dalam Debat Capres AS, Ini Respons China

- detikNews
Rabu, 24 Okt 2012 11:21 WIB
Disudutkan dalam Debat Capres AS, Ini Respons China
Barack Obama & Mitt Romney
Beijing, - Berulang kali disebut dan disudutkan dalam debat capres Amerika Serikat (AS), pemerintah China pun merasa gerah. Beijing meminta kedua capres AS, yakni Presiden Barack Obama dan Mitt Romney, untuk tidak menyulut api ketegangan dengan negeri Tirai Bambu ini.

"Politisi AS, tidak peduli dari partai apa, harus mampu melihat perkembangan China secara obyektif dan rasional dan harus berbuat lebih banyak demi kerjasama dan rasa saling percaya antara China-AS," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, seperti dilansir Asia One, Rabu (24/10/2012).

"Perkembangan hubungan China-AS yang stabil memenuhi kepentingan mendasar kedua negara dan kedua pihak, juga kondusif bagi kemakmuran, stabilitas dan perdamaian dunia dan kawasan," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepanjang debat capres final yang digelar 22 Oktober di Florida, AS, kedua kandidat sama-sama mengkritik kebijakan perdagangan China yang dianggap tak mengikuti aturan yang ada. Baik Obama dan Romney berjanji untuk bertindak tegas terhadap China.

"Mereka mengambil pekerjaan. Mereka mencuri properti intelektual kita, paten kita, desain kita, teknologi kita, menyusup ke dalam sistem komputer kita, memalsukan produk-produk kita," ujar Romney dalam debat.

"China merupakan musuh dan juga mitra potensial bagi dunia internasional jika mereka mengikuti aturan," ucap Obama dalam debat capres di Boca Raton, Florida.

Sejumlah media China menyoroti atmosfer anti-China yang sangat kental dalam debat capres AS tersebut. "Bersedia atau tidak, baik Demokrat maupun Republik, presiden AS selanjutnya pasti akan mengurangi retorika 'akan bertindak tegas terhadap China' yang diucapkan dalam kampanyenya," demikian disampaikan kantor berita resmi China, Xinhua.

"Kedua capres AS berjanji dalam debat ketiga dan terakhir... mereka akan menekan Beijing untuk 'bermain sesuai aturan' dalam membentuk hubungan bilateral mereka. Namun, definisi 'aturan' tersebut tentu sangat pro-Amerika," tandas Xinhua.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads