Kekerasan sektarian kembali terjadi di negara bagian Rakhine, Myanmar. Tiga orang tewas dalam bentrokan terbaru antara muslim Rohingya dan warga Buddha di wilayah Myanmar barat tersebut.
"Kami dapat informasi bahwa tiga orang: satu pria etnis Rakhine dan dua wanita muslim, tewas di desa Pandeinkone selama bentrokan kemarin (Senin, 22 Oktober)," kata Hla Thein, kepala peradilan negara bagian Rakhine kepada kantor berita AFP, Selasa (23/10/2012).
"Sulit untuk mengendalikan situasi," cetus Thein seraya mengatakan belum ada informasi mengenai jumlah korban yang terluka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada Juni lalu, puluhan orang tewas di Rakhine dalam bentrokan serupa. Lebih dari 50 ribu muslim Rohingya dan dan sekitar 10 ribu warga Buddha di berbagai penjuru Rakhine kehilangan tempat tinggal akibat kekerasan sektarian tersebut.
Minoritas muslim Rohingya telah lama disebut oleh badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai salah satu minoritas paling teraniaya di dunia. Oleh pemerintah dan publik Myanmar, Rohingya dianggap sebagai imigran ilegal dari Bangladesh. Mereka telah lama mengalami diskriminasi dan dibatasi aksesnya ke pendidikan, pekerjaan dan layanan publik.
(ita/nwk)










































