"Awalnya, bocah tersebut berbohong dengan mengatakan bahwa dia menemukan telepon genggam tersebut di taman bermain," ujar Kepala Kepolisian Distrik Nusajaya, Inspektur Noor Hashim Mohamed, seperti dilansir The Star, Selasa (23/10/2012).
"Tapi setelah ditanyai berulang kali, bocah tersebut akhirnya mengakui bahwa dia mendapatkannya dari seorang dokter," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menerima laporan pada Minggu (21/10) sekitar pukul 20.00 waktu setempat, setelah sang ayah menemukan anaknya memiliki Samsung Galaxy Ace baru," terang Noor Hashim.
Hasil penyelidikan polisi menunjukkan, bahwa sang dokter pernah membawa bocah tersebut ke kliniknya di kawasan Taman Bukit Indah pada 20 Oktober lalu. Di sana, sang dokter yang sudah membuka kliniknya sejak 5 tahun lalu, berbuat tak senonoh pada korban.
"Dia memeluk korban dan menyentuh bagian pribadinya. Dokter juga meminta si bocah untuk membuka celananya, tapi dia menolak," jelas Noor Hashim.
Polisi telah berhasil membekuk sang dokter di kliniknya pada Senin (22/10) sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian setempat.
(nvc/ita)











































