"Saya tidak ingin militer kita terlibat di Suriah. Saya pikir bukanlah kebutuhan mendesak untuk menerjunkan militer di sana pada masa-masa seperti ini, saya juga tidak mengantisipasinya di masa mendatang," ujar Romney seperti dilansir Reuters, Selasa (22/10/2012).
Romney menyinggung upaya gencatan senjata yang gagal, yang diinisiasi oleh utusan khusus PBB-Liga Arab Kofi Annan beberapa waktu lalu. Romney menyerukan, AS harus mampu menunjukkan kepemimpinan yang sangat serius di Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terhadap pernyataan Romney ini, Obama langsung menanggapi. Obama menyatakan, bahwa pemerintahannya tengah melakukan hal-hal yang dibutuhkan untuk mengatasi kondisi memprihatinkan di Suriah.
"Gubernur Romney mengatakan, dia tidak memiliki gagasan lainnya dan itu karena kita tengah melakukan hal yang memang seharusnya kita lakukan, yakni berusaha mendorong kepemimpinan Suriah yang moderat dan masa transisi yang efektif jadi kita bisa segera melengserkan Assad (Presiden Suriah Bashar al-Assad). Model kepemimpinan seperti itulah yang akan kita tunjukkan dan akan terus kita lakukan," jelas Obama.
Debat final menjelang pemilihan presiden AS ini digelar di Lynn University, Boca Raton, Florida pada Senin (22/10) pukul 21.00 waktu setempat. Debat berlangsung selama 90 menit dengan moderator Bob Schieffer dari CBS. Debat fokus pada isu luar negeri dan dibagi dalam 6 segmen, yakni peran Amerika di dunia, perang Afghanistan, persoalan Israel dan Iran, perubahan di kawasan Timur Tengah, masalah terorisme, dan perkembangan China.
(nvc/ita)











































