Obama Ejek Romney Selalu Salah dalam Kebijakan Luar Negeri

Obama Ejek Romney Selalu Salah dalam Kebijakan Luar Negeri

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 23 Okt 2012 09:30 WIB
Obama Ejek Romney Selalu Salah dalam Kebijakan Luar Negeri
Mitt Romney & Barack Obama dalam debat capres final (CBS News)
Florida, - Debat capres Amerika Serkat (AS) final berlangsung tak kalah sengit dengan debat sebelumnya. Kandidat incumbent Barack Obama menuding rivalnya, Mitt Romney selalu salah dalam memilih kebijakan luar negerinya.

Dalam debat yang digelar di Lynn University, Boca Raton, Florida, AS ini, kedua kandidat berdebat sengit soal banyak isu global, mulai persoalan Suriah, Libya hingga persoalan Iran dan ekstremis di Timur Tengah. Obama pun menyebut rivalnya tersebut tidak fokus dan terlalu melebar dalam pembahasan kebijakan luar negeri AS.

"Saya tahu Anda belum pernah berada pada posisi yang benar-benar memutuskan kebijakan luar negeri, tapi setiap kali Anda menawarkan pendapat, Anda selalu salah," tegas Obama dalam debat seperti dilansir AFP, Selasa (23/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan Obama ini menanggapi pernyataan Romney yang terlalu melebar dalam debat. Awalnya Romney berbicara soal ekstremis di Timur Tengah. Kemudian soal insiden di Konsulat AS di Benghazi yang menewaskan 4 warga AS termasuk seorang duta besar, dan melebar ke persoalan Suriah.

"Ini merupakan kesempatan yang sangat kritis bagi Amerika," ucap Romney sembari menyinggung upaya gencatan senjata yang gagal yang diinisiasi oleh utusan khusus PBB-Liga Arab Kofi Annan.

"Rencana itu tidak berhasil. Kemudian (Obama) memperhatikan pernyataan Rusia, lihat jika Anda bisa melakukan sesuatu. Kita harus memainkan peranan sebagai pemimpin di sana -- bukannya langsung menerjunkan militer ke lapangan," imbuhnya.

Obama kembali menanggapi. Dia menyebut kondisi Suriah saat ini memang menyedihkan. "Dan itulah kenapa kita akan melakukan segala hal yang kita bisa untuk memastikan kita membantu oposisi. Tapi kita juga harus menyadari bahwa dengan melibatkan militer di Suriah merupakan langkah serius," jelas Obama.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads