Debat Final Capres AS, Obama & Romney Saling Serang Soal Isu Timur Tengah

Debat Final Capres AS, Obama & Romney Saling Serang Soal Isu Timur Tengah

- detikNews
Selasa, 23 Okt 2012 08:58 WIB
Debat Final Capres AS, Obama & Romney Saling Serang Soal Isu Timur Tengah
Mitt Romney & Barack Obama dalam debat capres final (CBS News)
Florida, - Debat capres Amerika Serikat (AS) putaran ketiga atau final telah dimulai. Kedua kandidat, Barack Obama dan Mitt Romney, langsung berdebat sengit dan saling serang soal isu-isu Timur Tengah.

"Saya menyelamatinya karena berhasil melumpuhkan Osama bin Laden dan melumpuhkan kepemimpinan Al-Qaeda, tapi kita tidak bisa begitu saja menutup jalan keluar kita dari kekacauan ini. Kita akan mengatur setiap halnya secara menyeluruh dan dengan strategi yang kuat untuk membantu dunia Islam dan yang lainnya menolak ekstremisme radikal yang kejam ini," ujar Romney menuding bahwa kebijakan luar negeri Obama di kawasan Timur Tengah tidak mampu memberantas para ekstremis.

"Hal penting yang harus kita kejar adalah membuat dunia Muslim mampu menolak ekstremisme atas kemauannya sendiri," imbuh Romney dalam debat seperti dilansir AFP dan Reuters, Selasa (23/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak mau kalah, Obama langsung menanggapi pernyataan Romney dengan ketus. Obama menyatakan bahwa kebijakan keamanan nasionalnya telah menyeluruh. Kemudian dia mengkritisi Romney soal perubahan posisi politik AS dan Rusia yang tidak disadarinya. Romney sebelumnya bersikeras bahwa Russia masih menjadi lawan geo-politik AS.

"Kebijakan luar negeri tahun 1980-an kembali dibahas, karena Perang Dingin sudah berakhir sejak 20 tahun lalu," ejek Obama.

"Gubernur, ketika membahas soal kebijakan luar negeri, sepertinya Anda ingin mengimpor kembali kebijakan luar negeri tahun 1980-an, sama seperti kebijakan sosial tahun 1950-an, dan kebijakan ekonomi tahun 1920-an," imbuh Obama.

"Yang dibutuhkan oleh Timur Tengah adalah kepemimpinan yang kuat dan stabil, bukan kepemimpinan yang salah dan sembrono serta melebar kemana-mana, dan sayangnya jenis ini yang Anda tawarkan dalam kampanye dan jelas ini bukan resep yang cocok bagi kekuatan Amerika," tegasnya.


(nvc/rmd)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads