Debat final ini akan digelar di Lynn University, Boca Raton, Florida pada Senin (22/10) pukul 21.00 waktu setempat. Debat akan berlangsung selama 90 menit dengan moderator Bob Schieffer dari CBS. Debat akan dibagi dalam 6 segmen, yakni peran Amerika di dunia, perang Afghanistan, persoalan Israel dan Iran, perubahan di kawasan Timur Tengah, masalah terorisme, dan perkembangan China. Demikian seperti dilansir AFP dan Reuters, Selasa (23/10/2012).
Debat capres pertama digelar pada 3 Oktober lalu di Denver, Colorado, dengan konsep kedua kandidat berdiri pada podium masing-masing. Sedangkan debat capres kedua digelar pada 16 Oktober lalu di New York, dengan konsep town-hall yakni para pemilih yang belum menentukan diberi kesempatan bertanya langsung kepada kedua kandidat. Debat ketiga akan digelar dengan konsep berbeda, yakni Obama dan Romney akan berdebat dalam satu meja dengan seorang moderator menengahi mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isu kebijakan luar negeri memang dinilai tidak akan menentukan pemenang pilpres 6 November mendatang. Persoalan ekonomi jelas-jelas lebih mendominasi pilpres. Namun demikian, Romney tetap saja di bawah tekanan untuk menunjukkan kompetensi dan kredibiltasnya dalam mengatasi persoalan-persoalan internasional. Tim Romney menyatakan akan tampil menyerang.
"Amerika terus melemah di dunia internasional, dengan keamanan kita terancam, sekutu kita justru semakin menjauh, dan permusuhan antar bangsa semakin meningkat. Mitt Romney akan menunjukkan bahwa Presiden Obama telah gagal menciptakan kebijakan luar negeri yang mampu mengembalikan kekuatan Amerika dan meningkatkan keamanan negara kita di luar negeri," tutur juru bicara Romney, Andrea Saul.
Sedangkan tim kampanye Obama lagi-lagi menyoroti kurangnya pengalaman Romney dalam mengatasi isu-isu global. Menurut mereka, Romney tidak dapat dipercaya untuk mengarahkan AS menghadapi dunia berbahaya yang didominasi perang dan ancaman keamanan.
"Untuk urusan kebijakan luar negeri, Mitt Romney tidak menawarkan apapun kecuali gertakan, membuat was-was, dan komitmen perang tiada akhir. Dalam debat malam ini, akan terlihat bahwa kesalahan dan gertakan bukanlah cermin pemimpin yang kuat," jelas Senator John Kerry yang ikut melatih persiapan debat Obama.
(nvc/ndr)











































