Debat ketiga ini akan digelar di Lynn University, Boca Raton, Florida pada Senin (22/10) pukul 21.00 waktu setempat. Seperti sebelumnya, debat akan berlangsung selama 90 menit dengan moderator Bob Schieffer dari CBS. Pertanyaan yang diajukan diperkirakan akan berkutat seputar krisis keamanan di Libya, kemudian isu nuklir Iran, krisis kemanusiaan di Suriah, perkembangan ekonomi dan militer China, serta bagaimana mengakhiri perang di Afghanistan. Demikian seperti dilansir AFP, Senin (22/10/2012).
Sebagai seorang mantan pengusaha, Romney tentu lebih fasih berbicara soal ekonomi. Diketahui beberapa kali dia tersandung sejumlah isu internasional dan visi soal kebijakan luar negerinya yang banyak dikritisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misi Obama dalam debat capres terakhir ini, yakni mengingatkan rakyat Amerika soal kesuksesannya sebagai panglima tertinggi AS dalam mengakhiri perang Irak dan melumpuhkan Osama bin Laden. Obama juga harus meyakinkan pemilihnya bahwa Romney justru mengalami kemunduran dibanding era Presiden George W. Bush, karena sama sekali tidak memiliki pengalaman untuk mengatasi krisis.
Direktur Pusat Kebijakan Publik Paul Simon di Southern Illinois University, David Yepsen, menyatakan isu China yang sempat dibahas pada debat kedua pada 16 Oktober lalu, bisa dimanfaatkan Obama untuk menyerang Romney. Saat itu, Romney sempat berjanji akan melawan kebijakan perdagangan China jika dirinya terpilih.
"Dia (Obama) benar-benar harus mendesak Romney soal apa maksud pernyataannya tersebut. 'Apa yang Anda maksudkan ketika mengatakan bahwa Anda akan bertindak tegas terhadap China? Bagaimana Anda akan melakukan hal itu?'" ucap Yepsen seperti dilansir Reuters.
Sedangkan untuk Romney, Yepsen menilai, dia harus mampu meyakinkan pemilihannya bahwa dia merupakan kandidat presiden yang kredibel untuk mengatasi isu-isu global. Sebab sebelum-sebelumnya Romney hanya mengkritik kebijakan-kebijakan luar negeri Obama dengan menyebutnya semakin melemahkan pengaruh AS di dunia internasional.
"Banyak pemilih yang siap menyerang Obama jika mereka melihat Romney sebagai kandidat alternatif yang bisa diterima. Kebijakan luar negeri memang bukan fokus utama dalam kampanyenya tapi saya pikir Romney bisa menambahkan 'dekorasi pada kuenya' jika sampai orang-orang berkata, 'Hei, pria ini mumpuni soal masalah internasional.'" cetus Yepsen.
Debat capres pertama digelar pada 3 Oktober lalu di Denver, Colorado, dengan konsep kedua kandidat berdiri pada podium masing-masing. Sedangkan debat capres kedua digelar pada 16 Oktober lalu di New York, dengan konsep town-hall yakni para pemilih yang belum menentukan diberi kesempatan bertanya langsung kepada kedua kandidat. Debat ketiga akan digelar dengan konsep berbeda, yakni Obama dan Romney akan berdebat dalam satu meja dengan seorang moderator menengahi mereka.
(nvc/ita)










































