"Jumlah demonstran yang terluka di rumah sakit telah melampaui 100 orang setelah polisi antihuru-hara menyerang mereka," kata direktur organisasi HAM Kuwait, Kuwait Society for Human Rights Mohammad al-Humaidi seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (22/10/2012).
Kementerian Dalam Negeri Kuwait menyatakan, 11 polisi juga terluka setelah para demonstran melemparkan batu-batu ke polisi. Ditegaskan bahwa polisi baru bertindak setelah para demonstran berubah rusuh.
Menurut saksi-saksi mata, aksi demo di ibukota Kuwait City pada Minggu, 21 Oktober waktu setempat tersebut diikuti puluhan ribu demonstran. Dalam insiden ini, puluhan demonstran ditangkap polisi. Beberapa di antara mereka bahkan sempat dipukuli polisi sebelum dibawa pergi. Salah satu yang ditangkap adalah mantan anggota parlemen Waleed al-Tabtabai.
Aksi demo ini diserukan oleh oposisi Kuwait yang dipimpin oleh para Islamis dan nasionalis yang memprotes keputusan alias dekrit Emir Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah untuk mengubah UU pemilihan. Dicetuskan oposisi, amandemen atas aturan pemilihan merupakan kudeta terhadap konstitusi.
"Rakyat ingin menghapuskan dekrit tersebut," seru para demonstran di jalanan.
(ita/nwk)











































