Pejabat kepolisian setempat mengatakan, bom tersebut meledak di dalam sebuah pasar yang penuh keramaian. "Kami mendengar ledakan keras sehingga kita berlari untuk melihat apa yang terjadi. Ada kekacauan besar di dekat lokasi ledakan, pakaian, jari kaki, makanan dan tubuh di mana-mana," kata seorang polisi di lokasi kejadian, seperti dilansir Reuters, Sabtu (20/10/2012).
"Banyak orang yang terluka berteriak dan mencari keluarga mereka," imbuh sang polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pemberontak terus melakukan serangan besar-besaran sejak tentara Amerika Serikat ditarik, Desember 2011 lalu. Insiden bom yang menelan korban ini menambah daftar panjan korban akibat serangan yang dilakukan kelompok pemberontak. Terhitung sampai dengan September 2012 jumlah korban berjatuhan sebanyak 365 orang tewas. Angka tersebut terbilang tinggi dari jumlah korban dua tahun lalu.
Pergolakan dan pembantaian sektarian terjadi sejak Saddam Husein jaruh dari tampuk kepemimpinannya sejak 2003 lalu.
(ahy/ahy)











































