Menteri Pertahanan Korsel Kim Kwan-Jin menjanjikan serangan balasan militer terhadap serangan Korut.
"Jika itu terjadi, kami akan menyerang balik ke asal serangan," tegas Kim seperti dikutip kantor berita resmi Korsel, Yonhap dan dilansir AFP, Jumat (19/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Militer Korut alias Angkatan Darat Rakyat Korea (KPA) bersumpah akan melancarkan serangan jika kelompok pembelot Korut yang sekarang tinggal di Korsel, tetap meneruskan rencana mereka untuk menyebarkan selebaran propaganda pada Senin, 22 Oktober mendatang. Selebaran tersebut akan disebarkan dengan balon-balon yang terbang di atas perbatasan kedua negara.
"Begitu terlihat gerakan kecil untuk menyebarkan... serangan militer tanpa ampun oleh Front Barat akan dilakukan tanpa ada peringatan," demikian pernyataan KPA seperti diberitakan kantor berita resmi Korut, KCNA.
Sekelompok pembelot Korut berencana menyebarkan selebaran-selebaran tersebut pada 22 Oktober pukul 11.30 waktu setempat di perbatasan dekat kota Paju, sekitar 60 kilometer sebelah utara Seoul, Korsel.
Atas ancaman Korut ini, kelompok Fighters for a Free North Korea yang berencana menyebarkan selebaran propaganda tersebut, tak punya niat untuk membatalkan event tersebut.
"Kami tak akan pernah takut pada ancaman-ancaman dari Korut," cetus kepala kelompok tersebut, Park Sang-Hak kepada AFP. "Kami akan tetap melakukannya dan tetap pada rencana," tandas Park.
Sejumlah analis Korsel juga menganggap bahwa ancaman Korut tersebut hanya gertakan belaka. "Saya pikir ini gertakan. Saya pikir mereka tidak serius untuk benar-benar menargetkan dan menggempur daerah tersebut," pungkas Kim Yong-Hyun, profesor di Dongguk University.
(ita/nrl)











































