Angkatan Darat Rakyat Korea (KPA) bersumpah akan melancarkan serangan jika kelompok pembelot Korut yang sekarang tinggal di Korsel, tetap meneruskan rencana mereka untuk menyebarkan selebaran propaganda pada Senin, 22 Oktober mendatang. Selebaran tersebut akan disebarkan dengan balon-balon yang terbang di atas perbatasan kedua negara.
"Begitu terlihat gerakan kecil untuk menyebarkan... serangan militer tanpa ampun oleh Front Barat akan dilakukan tanpa ada peringatan," demikian pernyataan KPA seperti diberitakan kantor berita resmi Korut, KCNA dan dilansir AFP, Jumat (19/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Praktik tersebut relatif sering terjadi dan Korut sebelumnya juga pernah mengancam akan bertindak. Namun ancaman yang disampaikan hari ini, tidak seperti biasanya, keras dan secara spesifik menyebut waktu dan lokasi, serta peringatan evakuasi. Hal ini jelas akan mengganggu semenanjung Korea. Khususnya menjelang pemilihan presiden Korsel pada Desember tahun ini.
Pada Rabu, 17 Oktober lalu, otoritas Korsel mengumumkan latihan militer tahunan berskala besar, yang dimaksudkan untuk menghadapi ancaman-ancaman dari Korut. Latihan Hoguk yang akan dimulai 25 Oktober itu akan melibatkan 240 ribu personel Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan korps Marinir. Ditambah dengan 500 tentara AS yang juga akan ikut serta dalam latihan yang akan berlangsung sepekan itu.
Sekitar 28.500 personel militer AS hingga saat ini terus ditempatkan di Korsel. Penempatan militer AS itu merupakan warisan Perang Korea yang berakhir dengan gencatan senjata, namun bukan perjanjian damai. Ini berarti dua negara Korea itu secara teknis masih berperang.
(ita/nrl)











































