Seorang sumber pemerintahan Jepang yang enggan disebut namanya mengungkapkan, surat pengunduran diri Tanaka akan segera diserahkan kepada Perdana Menteri Yoshihiko Noda dalam waktu dekat. Dengan demikian, Tanaka merupakan anggota kabinet pertama yang mengundurkan diri sejak PM Noda merombak kabinetnya pada 1 Oktober lalu.
Pagi ini, Tanaka dilaporkan tidak menghadiri rapat kabinet dengan alasan 'masalah kesehatan'. Demikian seperti dilansir The Japan Times, Jumat (19/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria berusia 74 tahun ini mengakui dirinya sempat menjadi mak comblang bagi seorang anggota senior geng yakuza terbesar di Yokohama. Dia bahkan pernah menghadiri pesta yang digelar oleh pemimpin yakuza tersebut.
Namun hal tersebut terjadi sekitar 30 tahun lalu dan Tanaka menyebutnya sebagai kisah lama. Saat itu, Tanaka sempat membantah dirinya akan mengundurkan diri dari jabatannya akibat pemberitaan ini.
Yakuza tidak dilarang di Jepang. Namun seperti halnya kelompok mafia di Italia dan kelompok triad di China, mereka seringkali melakukan serangkaian kegiatan terlarang dan melanggar hukum seperti perdagangan narkoba, prostitusi, pinjaman rentenir dan korupsi.
Diketahui bahwa sebelum muncul ulasan majalah tersebut, Tanaka sendiri pernah terjerat masalah karena menerima dana politik dari orang asing yang jelas-jelas melanggar peraturan di Jepang. Undang-undang Pengendalian Dana Politik melarang setiap politisi menerima kontribusi dari pribadi ataupun perusahaan non-Jepang demi mencegah politik domestik banyak dipengaruhi oleh pihak asing.
Saat itu, salah satu kantor cabang Partai Demokratik Jepang (DPJ) menyerahkan uang donasi total 420 ribu Yen kepada Tanaka antara tahun 2006-2009. Donasi tersebut diketahui berasal dari sebuah perusahaan yang dikelola seorang pria asal China. Pihak Tanaka menyatakan, dia telah mengembalikan seluruh uang donasi tersebut kepada si pemberi uang.
(nvc/ita)










































