Militer Amerika Serikat menyampaikan penyesalan atas insiden pemerkosaan seorang wanita Jepang oleh dua tentara AS yang ditempatkan di Jepang. Kasus ini kian memicu kemarahan warga Jepang atas keberadaan militer AS di negeri itu.
Pentagon menyatakan pihaknya tengah bekerja sama erat dengan pemerintah Jepang dalam penyelidikan dugaan pemerkosaan seorang wanita Jepang di Pulau Okinawa, Jepang selatan pada Selasa, 16 Oktober lalu. Militer pun berjanji akan mengambil langkah-langkah guna memastikan perilaku bertanggung jawab pasukan AS di negara tersebut.
"Kami juga tengah menganalisa dan akan segera mengumumkan paket langkah-langkah untuk memastikan perilaku bertanggung jawab dan untuk menunjukkan komitmen kami dalam mempertahankan hubungan positif dengan komunitas lokal yang menjadi tuan rumah bagi pasukan kami," kata juru bicara Pentagon, George Little.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pentagon tidak menjelaskan rinci mengenai langkah-langkah apa yang akan diambil menyusul insiden tersebut.
Kepolisian Okinawa menyatakan telah menangkap Christopher Browning dan Skyler Dozier Walker, keduanya berumur 23 tahun. Kedua prajurit AS itu dituduh memperkosa dan melukai seorang wanita lokal pada Selasa, 16 Oktober lalu.
Diketahui bahwa separuh dari total 47 ribu tentara AS ditempatkan di Okinawa. Tindak pemerkosaan dan pelecehan seksual yang melibatkan tentara-tentara AS di Okinawa sebelumnya telah menimbulkan kemarahan warga dan aksi demo besar-besaran.
(ita/nrl)










































