"Terus berlangsungnya pertempuran dan pembunuhan warga negara Suriah yang tidak bersalah dan tak bersenjata, tak bisa dibenarkan. Gencatan senjata harus dilakukan dan kemudian dialog dimulai," cetus Ahmadinejad.
"Solusinya harus merupakan keputusan Suriah yang dibuat oleh rakyat Suriah," imbuh Ahmadinejad seperti dilansir surat kabar Al-Anbaa dan diberitakan AFP, Kamis (18/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahmadinejad menolak proposal Turki yang disampaikan awal bulan ini, bahwa Wakil Presiden Suriah Faruq al-Shara menggantikan Assad selama fase transisi di Suriah.
"Ini berarti kita menerapkan solusi asing atas Suriah. Solusi harus dari Suriah dan tidak diterapkan dari luar dan rakyat Suriah harus memutuskan lewat solusi," tandas pemimpin Iran itu.
Menurut Ahmadinejad, dirinya telah membahas krisis Suriah dengan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan di sela-sela pertemuan regional di Azerbaijan pada Selasa, 16 Oktober lalu.
"Tujuan utama kita adalah mencapai keamanan dan stabilitas di Suriah," tegas Ahmadinejad. "Namun perbedaan ada pada cara-cara mencapai tujuan itu," pungkasnya.
(ita/nrl)











































