Seorang pemimpin serikat guru CNTE, Juan Jose Ortega Madrigal mengatakan, aksi demo dan pemblokiran jalan akan terus berlangsung sampai adanya pembebasan keseluruhan 98 demonstran yang kini ditahan.
Serikat tersebut menyatakan, para guru juga akan tetap berunjuk rasa di negara bagian Michoacan, salah satu wilayah paling miskin di Meksiko. Sekitar 22 ribu orang ikut serta dalam aksi demo yang digelar Rabu, 17 Oktober waktu setempat itu.
Seblumnya pada Senin, 15 Oktober lalu, para demonstran ditangtap ketika terjadi bentrok antara demonstran dan sekitar 1.500 polisi yang dikerahkan untuk membubarkan massa. Aksi protes itu dilakukan untuk memprotes kurikulum baru di Michoacan. Bahasa Inggris dan ilmu komputer dimasukkan dalam kurikulum baru. Padahal menurut para mahasiswa, dua mata pelajaran tersebut tidak penting bagi masyarakat miskin pedesaan wilayah tersebut.
Total 176 mahasiswa ditangkap saat itu namun 78 orang di antaranya kemudian dibebaskan. Sementara 98 mahasiswa lainnya masih ditahan. Dalam kericuhan itu, para mahasiswa menggunakan bom rakitan dan petasan yang dilemparkan ke polisi. Aparat polisi pun membalasnya dengan melepaskan gas air mata dan peluru karet.
Sebelumnya pada 4 Oktober lalu, para mahasiwa Meksiko membajak 40 bus dan truk. Aksi itu juga sebagai bagian dari demo mereka menentang kurikulum baru.
(ita/nrl)











































