"Saya meminta Sekjen, Dewan Keamanan, dan semua anggota komunitas internasional yang bertanggung jawab untuk mengambil tindakan segera guna menghentikan provokasi ini," kata Dubes Israel tersebut, Ron Prosor seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (17/10/2012).
Hal tersebut disampaikan diplomat Israel itu dalam surat yang ditujukan ke Sekjen PBB Ban Ki-moon dan presiden Dewan Keamanan PBB saat ini, Gert Rosenthal asal Guatemala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditegaskan Prosor, blokade Gaza tersebut semata-mata untuk tujuan keamanan. "Saya ingin menekankan bahwa Israel tidak berminat dalam konfrontasi, namun tetap bertekad untuk menerapkan blokade lautnya atas Jalur Gaza -- dan akan mengambil semua tindakan tegas terkait hal itu," tulis Prosor dalam surat tersebut.
"Provokasi terang-terangan mereka meningkatkan ketegangan dan bisa dengan mudah memicu eskalasi konflik yang serius," tandas Prosor.
Menurut Dubes Israel untuk PBB tersebut, para aktivis HAM yang berada di kapal Estelle seharusnya pergi ke Suriah guna mengantarkan barang-barang yang sangat dibutuhkan untuk mengatasi krisis kemanusiaan di negeri itu.
Perjalanan Estelle diorganisir oleh sebuah koalisi internasional pro-Palestina. Kapal tersebut mengangkut barang-barang kemanusiaan untuk dibawa ke Jalur Gaza. Sebanyak 17 aktivis berada di kapal tersebut termasuk para penumpang dan kru dari Kanada, Israel, Norwegia, Swedia dan Amerika Serikat.
Pemerintah Israel selama ini menyebutkan, blokade atas Jalur Gaza diperlukan untuk mencegah senjata-senjata masuk ke wilayah yang dikuasai oleh gerakan Hamas tersebut. Blokade laut tersebut telah diterapkan Israel sejak Juni 2006.
(ita/nrl)











































