Insiden ini terjadi di tengah aksi protes atas penerjunan 12 pesawat transportasi Osprey milik AS di Pulau Okinawa. Pesawat tersebut memiliki standar keamanan yang buruk, yang memicu kekhawatiran warga setempat.
Stasiun televisi setempat, NHK seperti dilansir Asia One, Rabu (17/10/2012), melaporkan kedua tentara AS ini ditangkap atas tuduhan penyerangan terhadap seorang wanita yang terjadi pada Selasa (16/10) dini hari waktu setempat. Kedua tentara yang tidak disebutkan nama ataupun pangkatnya ini diketahui sama-sama berusia 23 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah, juru bicara Kepolisian Okinawa menolak untuk berkomentar soal penangkapan ini. Tidak diketahui secara pasti bagaimana kronologi kasus ini.
Namun insiden ini dinilai berpotensi menimbulkan bola salju bagi hubungan diplomatik antara Jepang dengan AS. Sebab sebelumnya, pernah muncul insiden serupa yang memicu aksi protes anti-Amerika besar-besaran di Jepang, hingga berdampak pada pengurangan keberadaan militer AS di wilayah Jepang. Pada tahun 1995 lalu, terjadi kasus pemerkosaan seorang anak perempuan berusia 12 tahun di Okinawa oleh sejumlah tentara AS yang bertugas di wilayah tersebut.
Sekitar 47 ribu personel militer AS diterjunkan di wilayah Okinawa. Hal ini karena AS menilai Jepang sebagai markas strategis dalam mengantisipasi semakin berkembangnya kemampuan militer China. Di sisi lain, penempatan puluhan ribuan tentara AS ini mendapat penolakan warga setempat.
(nvc/ita)











































