Presiden Pakistan Angkat Bicara Soal Penembakan Malala oleh Taliban

Presiden Pakistan Angkat Bicara Soal Penembakan Malala oleh Taliban

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 16 Okt 2012 16:35 WIB
Presiden Pakistan Angkat Bicara Soal Penembakan Malala oleh Taliban
Malala Yousafzai (EPA)
Islamabad, -

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari angkat bicara mengenai penembakan aktivis remaja Malala Yousafzai oleh militan Taliban. Dicetuskan Zardari, penembakan gadis kecil berumur 14 tahun itu merupakan serangan atas semua anak perempuan di negeri itu dan peradaban itu sendiri.

"Serangan Taliban atas anak perempuan berumur 14 tahun, yang sejak usia 11 tahun terlibat dalam perjuangan untuk pendidikan bagi anak perempuan, merupakan serangan atas semua anak perempuan di Pakistan, serangan atas pendidikan, dan atas semua rakyat yang beradab," kata Zardari.

Hal tersebut disampaikan pemimpin Pakistan itu dalam sebuah KTT ekonomi di Baku, Azerbaijan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (16/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditegaskan Zardari, dirinya tak akan membiarkan aksi penembakan itu menghentikan upaya pemerintah negeri itu untuk terus mendidik anak-anak perempuan.

"Pekerjaan yang dia pelopori lebih tinggi di depan Tuhan daripada yang dilakukan para teroris atas nama agama. Kami akan terus melanjutkan perjuangannya yang luar biasa," tandas Zardari.

Malala saat ini menjalani perawatan intensif di Inggris atas luka tembaknya di bagian kepala dan leher. Pada 9 Oktober lalu, Malala ditembak oleh militan-militan Tehrik-e Taliban Pakistan (TTP). Insiden itu terjadi di atas sebuah bus sekolah di Kota Mingora. Penembakan Malala terkait keberaniannya menentang ekstremisme. Juga dikarenakan aktivitasnya selama ini, yang gencar mengkampanyekan pendidikan bagi kaum perempuan di daerah Lembah Swat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Insiden penembakan Malala mendapat perhatian besar dari pemerintah Pakistan. Sejumlah pemimpin dunia seperti Sekjen PBB Ban Ki-moon dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pun mengecam penembakan tersebut.

Malala mulai menyita perhatian dunia saat dirinya berumur 11 tahun. Kala itu dia menulis blog ke BBC yang membeberkan tentang kejahatan yang dilakukan Taliban di Lembah Swat. Salah satu yang ditulisnya saat itu adalah ketika Taliban membakar sebuah sekolah khusus anak perempuan di daerah tersebut. Diketahui bahwa Taliban melarang keras anak-anak perempuan di wilayah tersebut pergi bersekolah.

(ita/nrl)


Berita Terkait