Salah Culik, Penculik di Malaysia Terpaksa Minta Tebusan Lebih Kecil

Salah Culik, Penculik di Malaysia Terpaksa Minta Tebusan Lebih Kecil

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 16 Okt 2012 14:03 WIB
Salah Culik, Penculik di Malaysia Terpaksa Minta Tebusan Lebih Kecil
Ilustrasi (Asia One)
Kuala Lumpur, - Sekelompok penjahat salah menculik anak remaja yang mereka pikir sebagai putra pengusaha ternama di Malaysia. Ketika menyadari bahwa mereka salah orang, mereka terpaksa menurunkan besaran uang tebusan yang mereka minta. Dari yang tadinya 3 juta ringgit (Rp 9,4 miliar) menjadi hanya 7 ribu ringgit (Rp 22,1 juta).

Para penjahat ini awalnya mengira korban yang mereka culik merupakan anak dari seorang pemilik restoran terkenal di Taman Midah, Cheras, Malaysia. Namun ternyata ayah remaja berusia 15 tahun ini hanya seorang manajer restoran dengan penghasilan 2.500 ringgit (Rp 7,8 juta) per bulan.

Besar uang tebusan yang tadinya sebesar 3 juta ringgit akhirnya terpaksa diturunkan menjadi 7 ribu ringgit. Jumlah uang tebusan ini disepakati antara penculik dengan keluarga korban setelah dirundingkan selama 5 hari.

Demikian seperti dilansir Asia One, Selasa (16/10/2012).

Para penculik ini kemudian meminta agar uang tebusan tersebut ditransfer ke rekening salah satu pelaku. Polisi yang sejak awal terus memantau kasus ini, langsung bertindak dan membekuk para pelaku. Pada Minggu (14/10) waktu setempat, polisi berhasil menangkap 5 orang pelaku, termasuk pasangan suami-istri, di Butterworth, Penang and Batu Caves, Selangor.

Kepala Kepolisian Kuala Lumpur Datuk Ku Chin Wah menuturkan, dua pelaku di antaranya diketahui berkewarganegaraan India dan seorang pelaku lainnya merupakan karyawan di restoran tersebut. Para pelaku berusia antara 25-46 tahun. Kini mereka dalam penahanan polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Remaja tersebut diculik di depan restoran tempat ayahnya bekerja pada 7 Oktober lalu. Dia kemudian dibawa dan disekap di sebuah apartemen di kawasan Taman Bagan, Butterworth. Polisi segera bertindak cepat setelah ayah korban menyetorkan uang tebusan.

(nvc/ita)


Berita Terkait