Jasad Norodom Sihanouk akan Dipamerkan ke Rakyat Selama 3 Bulan

Jasad Norodom Sihanouk akan Dipamerkan ke Rakyat Selama 3 Bulan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 16 Okt 2012 11:38 WIB
Jasad Norodom Sihanouk akan Dipamerkan ke Rakyat Selama 3 Bulan
Norodom Sihanouk (AFP)
Phnom Penh, - Jasad mantan Raja Kamboja Norodom Sihanouk akan dipamerkan kepada rakyatnya sebelum dimakamkan. Mendiang Sihanouk yang wafat dalam usia 89 tahun di Beijing, China, ini akan dipajang di Phnom Penh selama 3 bulan.

Diperkirakan jasad Sihanouk akan tiba di ibukota Phnom Penh pada Rabu (17/10) sore waktu setempat. Masa berkabung akan diberlakukan hingga 21 Oktober mendatang.

"Pemakamannya akan digelar 3 bulan kemudian," ujar juru bicara pemerintah Kamboja Khieu Kanharith seperti dilansir Asia One, Selasa (16/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan demikian, setiap rakyat Kamboja memiliki kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir terhadap figur yang sangat dihormati di Kamboja ini. Keputusan ini diambil dalam pertemuan tingkat tinggi pemerintah Kamboja yang digelar di Phnom Penh, beberapa jam setelah informasi wafatnya Sihanouk diumumkan kepada publik.

Sihanouk meninggal dunia di Beijing, China pada Senin (15/10) dini hari karena serangan jantung. Raja Kamboja Norodom Sihamoni dan Perdana Menteri Hun Sen terbang ke Beijing pada Senin pagi waktu setempat untuk menerima jasad Sihanouk dan membawanya kembali ke Kamboja.

Sihanouk diketahui kerap berkunjung ke China untuk menjalani serangkaian perawatan medis atas penyakitnya. Dia bahkan telah menempati kediamannya di Beijing sejak Januari lalu.

Secara terpisah, asisten pribadi Sihanouk, Pangeran Sisowath Thomico, memperkirakan sambutan besar akan diberikan rakyat bagi jasad mendiang Sihanouk begitu tiba di Kamboja. Hal ini merujuk pada aktivitas berkabung rakyat Kamboja dengan memasang bendera setengah tiang di rumah masing-masing, sejak Senin (15/10).

"Kami memperkirakan akan ada banyak orang yang turun ke jalanan untuk menyambut jasadnya," tutur Thomico.

Ditambahkan Thomico, rencana untuk memamerkan jasad Sihanouk kepada publik ini sejalan dengan adat istiadat Kamboja. Sebab, prosedur yang sama juga dilakukan ketika ayahanda Sihanouk, Raja Norodom Suramarit, wafat pada tahun 1960 silam.

"Ini sesuai dengan tradisi keluarga kerajaan Kamboja," tandasnya.

(nvc/nrl)


Berita Terkait