Malala Yousufzai, gadis kecil Pakistan yang ditembak Taliban telah tiba di Birmingham, Inggris untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Aktivis remaja berumur 14 tahun tersebut akan ditangani oleh 17 dokter spesialis berbeda di rumah sakit Queen Elizabeth Hospital di Birmingham.
"Pada dasarnya dia merupakan korban perang," kata juru bicara rumah sakit tersebut seperti dilansir ABC News, Selasa (16/10/2012). Diimbuhkannya, Malala akan diperiksa oleh 17 dokter spesialis berbeda dalam waktu 24 jam pertama sejak kedatangannya ke RS tersebut.
Malala yang ditembak di bagian kepala dan leher itu, akan menjalani pemeriksaan MRI, CT scan dan prosedur lainnya yang diperlukan sebelum para dokter bisa mulai mencoba memperbaiki tengkoraknya yang rusak akibat penembakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Serangan barbar pekan lalu atas Malala Yousufzai dan teman-teman sekolahnya mengejutkan Pakistan dan dunia," demikian statemen Menteri Luar Negeri Inggris William Hague.
"Kecaman dan kemuakan publik atas serangan pengecut ini menunjukkan bahwa rakyat Pakistan tak akan kalah oleh teroris. Pemerintah Inggris bahu-membahu dengan Pakistan dalam perangnya melawan terorisme," tandas Hague.
Pada 9 Oktober lalu, Malala ditembak oleh militan-militan Tehrik-e Taliban Pakistan (TTP). Insiden itu terjadi di atas sebuah bus sekolah di Kota Mingora. Penembakan Malala terkait keberaniannya menentang ekstremisme. Juga dikarenakan aktivitasnya selama ini, yang gencar mengkampanyekan pendidikan bagi kaum perempuan di daerah Lembah Swat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.
nsiden penembakan Malala mendapat perhatian besar dari pemerintah Pakistan. Sejumlah pemimpin dunia seperti Sekjen PBB Ban Ki-moon dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pun mengecam penembakan tersebut. Perdana Menteri Pakistan Raja Pervez Ashraf telah menjenguk Malala dan menemui dua teman Malala yang juga terluka dalam insiden tersebut.
"Ini bukan kejahatan terhadap individu namun kejahatan terhadap kemanusiaan dan serangan atas nilai-nilai nasional dan sosial kita," tegas Ashraf. Pemimpin Pakistan itu pun menyerukan rakyat untuk bersatu memerangi ekstremisme.
Malala mulai menyita perhatian dunia saat dirinya berumur 11 tahun. Kala itu dia menulis blog ke BBC yang membeberkan tentang kejahatan yang dilakukan Taliban di Lembah Swat. Salah satu yang ditulisnya saat itu adalah ketika Taliban membakar sebuah sekolah khusus anak perempuan di daerah tersebut. Diketahui bahwa Taliban melarang keras anak-anak perempuan di wilayah tersebut pergi bersekolah.
Malala menerima penghargaan perdamaian nasional dari pemerintah Pakistan pada tahun 2011 lalu. Gadis kecil itu juga dinominasikan untuk meraih penghargaan dunia, International Children's Peace Prize.
(ita/nrl)










































