"Amerika Serikat menyampaikan rasa simpati atas wafatnya Yang Mulia Raja Norodom Sihanouk dari Kamboja," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Victoria Nuland dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Selasa (16/10/2012).
"Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada Yang Mulia Raja Sihamoni, Yang Mulia Ratu Norodom Monineath, seluruh Keluarga Kerajaan dan seluruh rakyat Kamboja yang tengah berkabung atas kehilangan ini," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sihanouk telah kerap berkunjung ke China untuk menjalani serangkaian perawatan medis atas penyakitnya. Dia telah menempati kediamannya di Beijing sejak Januari lalu.
Sihanouk dikenal sebagai salah satu raja di Asia yang paling lama bertakhta. Dia tiba-tiba memutuskan turun takhta pada Oktober 2004 dengan alasan umur dan masalah kesehatan. Tampuk kekuasaan pun diserahkan kepada putranya, Norodom Sihamoni.
Sihanouk telah menderita sejumlah penyakit, termasuk kanker, diabetes dan hipertensi serta masalah jantung. Meskipun telah turun takhta, mantan raja itu tetap begitu populer di negerinya. Fotonya masih terpampang di gedung-gedung publik dan banyak rumah-rumah warga Kamboja.
(nvc/ita)











































