Duh! Wanita 74 Tahun di Malaysia Sering Dipukuli Putranya

Duh! Wanita 74 Tahun di Malaysia Sering Dipukuli Putranya

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 15 Okt 2012 14:24 WIB
Duh! Wanita 74 Tahun di Malaysia Sering Dipukuli Putranya
Ilustrasi (Asia One)
Kuala Lumpur, - Benar-benar keterlaluan! Seorang pria di Malaysia tega memukuli ibunya yang telah berusia 74 tahun. Sang ibunda kerap dipukuli saat meminta uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Wanita lanjut usia bernama Wang Hui Jiu ini mengaku, putranya yang berusia 46 tahun itu telah memukuli dirinya lebih dari 10 kali. Bahkan, Wang pernah harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya.

Menurut Wang, temperamen putranya semakin menjadi-jadi ketika istrinya pergi meninggalkannya tiga tahun lalu. Sang istri juga kerap dipukuli dan dianiaya oleh pria yang tidak disebutkan namanya ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tetangga sekitar tempat tinggal mereka mengetahui hal ini dan berusaha untuk menghentikan aksi kekerasan ini, namun tidak berhasil. Putra Wang justru memarahi tetangganya dan berkata: "Urus saja dirimu sendiri!"

Mimpi buruk Wang ini memasuki tingkat yang lebih berat ketika para rentenir mulai melecehkan dan mempermalukan dirinya di depan umum. Hal ini karena anaknya memiliki banyak hutang kepada rentenir tersebut.

"Rumah saya dicoret-coret dengan cat merah pada Sabtu (13/10). Saya bertanya kepada putra saya apakah dia memiliki hutang, tapi dia membantahnya," tutur Wang seperti dilansir The Star, Senin (15/10/2012).

Atas tindak kekerasan yang dialaminya ini, Wang telah mengajukan laporan ke polisi setempat. Namun tidak dijelaskan lebih lanjut aksi kekerasan yang mana yang dilaporkan kepada polisi, apakah kekerasan oleh anaknya sendiri atau perbuatan para renternir yang keterlaluan terhadapnya.

Sementara itu, putranya yang lain mendesak Wang untuk pindah rumah. Namun wanita tua itu menolak. Wang bersikeras tidak ingin meninggalkan rumahnya yang sekarang.

"Saya yang membeli rumah ini," tandasnya.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini