Hal tersebut disampaikan Ahmadinejad dalam pertemuan dengan Utusan Khusus Liga Arab untuk Suriah, Lakhdar Brahimi di Teheran, Iran seperti dilansir Press TV, Senin (15/10/2012).
"Kerusuhan di Suriah berarti meluasnya ketidakamanan di seluruh wilayah, dan setiap upaya untuk memecah Suriah berarti ketidakstabilan konstan selama beberapa dekade, dikarenakan struktur kesukuan masyarakat Suriah," tutur Ahmadinejad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konflik yang terjadi di Suriah telah berlangsung sejak Maret 2011 lalu. Menurut rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad, pergolakan tersebut didalangi dari luar negeri. Negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar dan Turki bahkan dituding telah mempersenjatai oposisi Suriah.
Sejumlah kelompok HAM menyebutkan, lebih dari 30 ribu orang telah tewas selama konflik berkepanjangan tersebut. Sebagian besar korban jiwa adalah warga sipil Suriah yang tewas akibat serangan-serangan militer Suriah untuk meredam aksi perlawanan oposisi.
(ita/nrl)











































