Gadis Pakistan yang Ditembak Taliban Diterbangkan ke Inggris

Gadis Pakistan yang Ditembak Taliban Diterbangkan ke Inggris

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 15 Okt 2012 13:29 WIB
Gadis Pakistan yang Ditembak Taliban Diterbangkan ke Inggris
Malala Yousafzai (Reuters)
Islamabad, - Malala Yousafzai, aktivis remaja Pakistan yang ditembak militan Taliban, hari ini diterbangkan ke Inggris untuk mendapatkan perawatan khusus jangka panjang. Anak perempuan berumur 14 tahun itu diangkut dengan ambulans udara khusus dari Uni Emirat Arab (UAE) dan Pakistan.

"Pakistan telah mengatur dengan UAE untuk ambulans udara yang dirancang khusus untuk memindahkan Malala ke Inggris," demikian disampaikan spesialis ICU militer Pakistan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (15/10/2012).

Pada 9 Oktober lalu, Malala ditembak di bagian kepala dan leher oleh militan-militan Tehrik-e Taliban Pakistan (TTP). Insiden itu terjadi di atas sebuah bus sekolah di Kota Mingora.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penembakan Malala terkait keberaniannya menentang ekstremisme. Juga dikarenakan aktivitasnya selama ini, yang gencar mengkampanyekan pendidikan bagi kaum perempuan di daerah Lembah Swat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Menurut militer Pakistan, panel dokter Pakistan dan para pakar internasional sepakat bahwa Malala memerlukan "perawatan jangka panjang untuk benar-benar pulih dari efek trauma fisik dan psikologis yang dialaminya".

Apalagi sejumlah tulang tengkorak Malala yang rusak akibat penembakan itu, pada waktunya nanti harus diganti atau diperbaiki. Ini berarti Malala memerlukan rehabilitasi jangka panjang, termasuk rehabilitasi saraf secara intensif.

Militer Pakistan menyatakan, semua biaya termasuk penerbangan Malala ke Inggris dan perawatannya di luar negeri akan ditanggung oleh pemerintah Pakistan.

Insiden penembakan Malala mendapat perhatian besar dari pemerintah Pakistan. Sejumlah pemimpin dunia seperti Sekjen PBB Ban Ki-moon dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pun mengecam penembakan tersebut. Perdana Menteri Pakistan Raja Pervez Ashraf telah menjenguk Malala dan menemui dua teman Malala yang terluka dalam insiden tersebut.

"Ini bukan kejahatan terhadap individu namun kejahatan terhadap kemanusiaan dan serangan atas nilai-nilai nasional dan sosial kita," tegas Ashraf. Pemimpin Pakistan itu pun menyerukan rakyat untuk bersatu memerangi ekstremisme.

Malala mulai menyita perhatian dunia saat dirinya berumur 11 tahun. Kala itu dia menulis blog ke BBC yang membeberkan tentang kejahatan yang dilakukan Taliban di Lembah Swat. Salah satu yang ditulisnya saat itu adalah ketika Taliban membakar sebuah sekolah khusus anak perempuan di daerah tersebut. Diketahui bahwa Taliban melarang keras anak-anak perempuan di wilayah tersebut pergi bersekolah.

Malala menerima penghargaan perdamaian nasional dari pemerintah Pakistan pada tahun 2011 lalu. Gadis kecil itu juga dinominasikan untuk meraih penghargaan dunia, International Children's Peace Prize.



(ita/nrl)


Berita Terkait