Menurut hasil polling terbaru yang dilakukan oleh Washington News dan ABC News, tidak terdapat perubahan besar jumlah pemilih Obama dan Romney antara sebelum dan sesudah debat capres pertama. Obama tetap meraih 49 persen suara, sedangkan Romney meraih 47 persen suara. Jumlah ini sedikit meningkat jika dibanding dengan polling yang digelar sebelum debat capres pertama, yakni Romney meraih 46 persen.
Polling terbaru ini dilakukan melalui telepon terhadap 1.252 responden secara acak di seluruh wilayah AS pada 10-13 Oktober lalu. Demikian seperti dilansir The Washington Post, Senin (15/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, antusiasme untuk kandidat incumbent Barack Obama juga terpantau mengalami peningkatan. Meskipun masih di bawah jumlah dukungan pada pemilihan presiden (pilpres) empat tahun lalu. Pada pilpres tahun 2008 lalu, Obama memimpin jumlah dukungan dalam polling hingga selisih 10 persen dibanding kandidat Republik saat itu, John McCain. Sedangkan kini, hasil polling menunjukkan bahwa Obama hanya unggul sekitar 2-3 persen suara dari Romney.
Yang menjadi tantangan bagi kedua kandidat adalah para pemilih yang belum memutuskan. Kalangan ini lebih mempertanyakan kemampuan kedua kandidat untuk memperbaiki perekonomian AS jika mereka terpilih. Menurut polling, sekitar 48 persen pemilih mempercayai Obama untuk mengatasi persoalan ekonomi, sedangkan sekitar 44 persen mempercayai Romney.
Sementara sekitar 58 persen pemilih meyakini bahwa kebijakan-kebijakan Romney akan lebih menguntungkan orang-orang kaya di AS. Sedangkan sebagian besar pemilih meyakini bahwa kebijakan Obama lebih memihak pada masyarakat kalangan menengah di AS.
Kendati demikian, secara keseluruhan disparitas antara pemilih Obama dan Romney masih bisa berubah dalam waktu sekejap. Terlebih, salah satu kandidat tidak pernah memimpin secara dominan dalam 5 kali polling yang digelar oleh Washington Post dan ABC News sebelumnya.
Dalam polling yang digelar baru-baru ini, partai Demokrat berhasil mengalahkan partai Republik dengan memperoleh 9 persen perolehan suara lebih banyak. Dalam 3 polling sebelumnya, Demokrat selalu mengungguli Republik, namun dengan perolehan suara yang tipis, yakni 3-6 persen. Dipastikan, pilpres AS yang dijadwalkan digelar 6 November mendatang akan berlangsung sangat ketat antar kedua kandidat.
(nvc/ita)











































