"Norodom Sihanouk telah meninggal di Beijing," demikian diberitakan kantor berita resmi China, Xinhua dan dilansir kantor berita AFP, Senin (15/10/2012).
Mantan raja tersebut akan berumur 90 tahun pada 31 Oktober mendatang. Sihanouk telah menderita sejumlah penyakit dalam beberapa tahun terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kehilangan besar bagi Kamboja. Kami merasa sangat sedih. Mantan Raja merupakan raja hebat yang kami semua menghormati dan menyanyinya," imbuhnya.
Raja Kamboja Norodom Sihamoni dan Perdana Menteri Hun Sen terbang ke Beijing pada Senin pagi waktu setempat untuk menerima jasad Sihanouk guna pemakaman tradisional di Kamboja.
Sihanouk telah kerap berkunjung ke China untuk menjalani serangkaian perawatan medis atas penyakitnya. Dia telah menempati kediamannya di Beijing sejak Januari lalu.
"Dia punya masalah jantung. Kondisirnya menurun dengan sangat cepat," kata asisten pribadi Sihanouk, Pangeran Sisowath Thomico kepada AFP. "Ini menyedihkan. Saya sangat berduka," tuturnya.
Sihanouk dikenal sebagai salah satu raja di Asia yang paling lama bertakhta. Dia tiba-tiba memutuskan turun takhta pada Oktober 2004 dengan alasan umur dan masalah kesehatan. Tampuk kekuasaan pun diserahkan kepada putranya, Norodom Sihamoni.
Sihanouk telah menderita sejumlah penyakit, termasuk kanker, diabetes dan hipertensi serta masalah jantung. Meskipun telah turun takhta, mantan raja itu tetap begitu populer di negerinya. Fotonya masih terpampang di gedung-gedung publik dan banyak rumah-rumah warga Kamboja.
(ita/nrl)











































