Dikatakan juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland, semua negara-negara di Dewan Keamanan PBB, kecuali Rusia dan China, terus menekan rezim Assad seiring terjadinya konflik Suriah yang berkepanjangan.
"Semua pihak lainnya di Dewan Keamanan PBB tengah melakukan apa yang bisa dilakukan untuk memastikan bahwa rezim Assad tidak mendapatkan dukungan dari luar," kata Nuland.
"Kami telah mengatakan hampir satu tahun ini, bahwa tak ada negara bertanggung jawab yang harus membantu dan bersekongkol dengan mesin perang rezim Assad," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (13/10/2012).
Hal ini disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan antara Suriah dan Turki terkait penyitaan oleh otoritas Turki atas kargo sebuah pesawat penumpang Suriah yang bertolak dari Moskow, Rusia menuju Damaskus, Suriah. Menurut otoritas Turki, kargo yang disita itu berisikan peralatan militer yang diyakini akan dikirimkan ke Suriah.
Selain isu penyitaan kargo tersebut, Turki dan Suriah juga kian bersitegang sejak serangan mortir yang dilancarkan dari wilayah ke Suriah dan menewaskan lima warga sipil Turki. Atas serangan itu, militer Turki langsung melancarkan serangkaian serangan balasan ke target-target Suriah. Belasan tentara Suriah dilaporkan tewas dalam serangan artileri Turki tersebut.
(ita/ita)











































