Serangan tersebut seperti diberitakan Press TV, Sabtu (13/10/2012) menargetkan kamp pengungsi Palestina, Yarmouk di ibukota Suriah itu pada Jumat, 12 Oktober waktu setempat. Serangan mortir itu menghantam sebuah blok pemukiman di kamp pengungsi tersebut.
Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Namun pejabat-pejabat pemerintah Suriah kerap menuding kelompok-kelompok pemberontak sebagai pelaku serangan serupa sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah negara-negara Barat telah menyerukan Assad untuk mengundurkan diri guna menghentikan pertumpahan darah yang terus berlangsung. Namun Rusia dan China selaku sekutu kuat Suriah, menentang keras upaya Barat untuk menggulingkan kekuasaan Assad.
Tak ada angka resmi dari pemerintah Suriah mengenai jumlah korban jiwa selama konflik terjadi. Namun menurut kelompok-kelompok HAM, krisis Suriah ini telah menewaskan lebih dari 30 ribu orang, kebanyakan warga sipil.
(ita/ita)
