"Ini merupakan kehormatan yang sangat besar bagi Uni Eropa untuk meraih Nobel Perdamaian 2012," ujar Presiden Dewan Eropa Herman Van Rompuy seperti dilansir AFP, Jumat (12/10/2012).
Rompuy menyatakan, penghargaan ini menjadi pengakuan yang paling kuat bagi Uni Eropa. Sebab, selama ini tujuan utama Uni Eropa adalah untuk mengatasi perang dan pemecahbelahan dan bersatu demi menciptakan perdamaian dan kemakmuran kawasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan diraihnya Nobel Perdamaian ini, Rompuy menyatakan, Uni Eropa akan terus berusaha menyerukan perdamaian dunia demi masyarakat internasional, bukan hanya kawasan Eropa semata. "Uni Eropa akan terus mendorong perdamaian dan keamanan negara-negara yang berada dekat dengan kami maupun di seluruh dunia pada umumnya," ucapnya.
"Nobel Perdamaian ini menunjukkan bahwa di masa-masa sulit seperti ini, Uni Eropa masih mampu menjadi inspirasi bagi para pemimpin maupun masyarakat di seluruh dunia," tandas Rompuy.
Dengan diraihnya penghargaan ini, maka Uni Eropa berada dalam posisi sejajar dengan nama-nama pemenang sebelumnya seperti Ellen Johnson Sirleaf, Leymah Gbowee (Liberia), Tawakkul Karman (Yaman) yang meraih Nobel Perdamaian tahun 2011 dan aktivis HAM Cina Liu Xiaobo yang meraih penghargaan pada tahun 2010 lalu. Sedangkan pemenang Nobel Perdamaian tahun 2009 adalah Presiden AS Barack Obama.
Pada pekan ini Panitia Nobel juga telah mengumumkan nama-nama pemenang untuk bidang kedokteran, kimia, fisika, dan kesusastraan.
(nvc/ita)











































