Ribuan biksu di Myanmar turun ke jalan untuk memprotes keberadaan Organisasi Konferensi Islam (OKI) di negara tersebut. Mereka menolak rencana OKI membuka kantor cabang di Myanmar guna membantu umat muslim Rohingya yang tinggal di wilayah Rakhine.
Para biksu tersebut berkumpul di kawasan Mandalay, yang merupakan kota terbesar kedua di Myanmar, sembari membawa poster yang bertuliskan "No OIC in Myanmar". Mereka mendesak pemerintah untuk membatalkan rencana 57 negara anggota OKI untuk membuka kantor operasional di Myanmar.
"Kami tidak bisa menerima kehadiran OKI di sini. Kami akan terus melanjutkan aksi protes kami sampai mereka menyerah," ujar salah satu pemimpin unjuk rasa, Thaw Bi Ta, kepada AFP, Jumat (12/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketegangan sektarian antara umat Buddha dan muslim Rohingya di Myanmar masih berlangsung sejak terjadi bentrokan berdarah pada Juni lalu di wilayah Rakhine. Akibat bentrokan tersebut, puluhan orang meninggal dan puluhan ribu orang lainnya terpaksa mengungsi dari rumah masing-masing.
Aksi protes ini merupakan bagian dari serangkaian protes menentang keberadaan OKI dan sekitar 800 ribu warga muslim Rohingya, yang disebut PBB sebagai kaum minoritas paling teraniaya di dunia. Aksi protes yang digelar di Mandalay ini merupakan yang kedua kalinya dalam beberapa minggu terakhir.
Para biksu yang ikut serta dalam aksi protes ini bahkan berencana untuk menggelar unjuk rasa nasional pada Minggu (14/10) besok, jika pemerintah tidak merespons tuntutan mereka.
(/)










































