Jones semula dijadwalkan untuk menjadi pembicara dalam sebuah pertemuan membahas film 'Innocence of Muslims' di Toronto, Kanada pada Kamis (11/10) waktu setempat. Namun dia dilarang masuk ke negara tersebut oleh otoritas setempat.
"Jelas, masalahnya adalah... pertemuan yang harus kami hadiri dan yang kami harus berbicara di sana," ujar Jones kepada CBC News dan dilansir AFP, Jumat (12/10/2012).
Pendeta asal Florida ini pergi ke Toronto melalui jalur darat. Namun ketika hendak memasuki wilayah perbatasan Kanada, tiba-tiba Otoritas Perbatasan Kanada (CBSA) memaksa Jones untuk menjalani pemeriksaan sekunder. Jones pun ditanyai oleh petugas pos perbatasan dan kendaraannya ikut diperiksa.
Tidak hanya itu, Jones juga sempat ditahan selama beberapa jam di pos perbatasan tersebut. Pelanggaran obligasi di AS dan sengketa gelar doktor di Jerman disebut-sebut oleh CBSA sebagai alasan mereka melarang Jones masuk ke Kanada.
"Alasan-alasan tersebut menurut kami, sangat mengada-ada," tutur Jones.
Secara terpisah, pihak penyelenggara acara yang seharusnya dihadiri Jones menyatakan, acara ini tetap berjalan tanpa kehadiran Jones. Acara berjudul 'Canadians united against terror' ini digelar di halaman kantor legislatif Ontario.
Pihak CBSA sendiri menolak untuk mengomentari insiden ini lebih lanjut. Mereka hanya menyatakan bahwa 'penerimaan boleh atau tidaknya para wisawatan masuk ke Kanada didasarkan pada fakta-fakta spesifik yang dimiliki oleh setiap pemohon yang akan masuk.'
"Diundang menghadiri acara di Kanada belum tentu menjadi jaminan untuk diterima," demikian pernyataan CBSA.
Diketahui juga bahwa pada bulan lalu, Jones juga dilarang masuk ke wilayah Jerman. Hal ini terungkap saat dia hendak mengunjungi Jerman atas undangan kelompok sayap kanan. Otoritas Jerman menyebut, undangan tersebut jelas-jelas bertentangan dengan 'kepentingan nasional untuk menjaga ketertiban umum'.
Jones dijuluki pendeta kontroversial karena aksinya pada tahun 2010 lalu yang memicu kecaman dunia internasional. Saat itu, dia melakukan aksi bakar Alquran di Florida, AS. Akibatnya, unjuk rasa besar-besaran terjadi di Afghanistan dan menewaskan 12 orang. Sedangkan terhadap film 'Innocence of Muslims' yang menuai kecaman dunia muslim, Jones justru menyatakan dukungannya dan menyebut film amatir tersebut sama sekali tidak menghina Islam dan Nabi Muhammad.
(nvc/ita)











































