Pernyataan kontroversial ini pertama diucapkan politisi bernama Roger Rivard pada Desember 2011 lalu. Saat itu Rivard tengah mendiskusikan kasus pelajar sekolah menengah yang berhubungan seks dengan teman sekolahnya yang masih di bawah umur di ruang musik sekolah mereka.
Dikutip sebuah surat kabar lokal, Chetek Alert, Rivard mengatakan wejangan ayahnya yang menyebut "sejumlah gadis mudah diperkosa" -- maksudnya beberapa wanita belakangan akan memutuskan bahwa hubungan seks yang mereka lakukan bukanlah konsensual alias atas dasar suka sama suka, melainkan pemerkosaan.
Kemudian dalam wawancara dengan media lain, Milewaukee Journal Sentinel Wednesday baru-baru ini, Rivard kembali melontarkan pernyataan yang senada. Rivard menyatakan, wejangan ayahnya soal seks pranikah merupakan hal yang penting.
"Dia juga memberi tahu saya satu hal, 'Jika kami melakukannya (seks pranikah), selalu ingat, bahwa dalam sekejap hubungan seks konsensual bisa berubah menjadi tindak pemerkosaan," ujar Rivard seperti dilansir AFP, Jumat (12/10/2012).
"Karena tiba-tiba seorang gadis muda hamil dan orangtuanya menjadi marah dan tentu dia tidak akan berkata, 'Oh iya, saya memang melakukannya.' Yang akan dia katakan kepada orangtuanya pasti ini adalah pemerkosaan karena dia masih di bawah umur," katanya.
Rivard pun kembali menjelaskan pernyataannya. "Semua itu merupakan nasihat untuk saya, dia memberitahu saya, 'Jika kamu melakukan hal tersebut, kamu mungkin melakukan hubungan seks konsensual saat malam dan kemudian keesokan harinya itu berubah menjadi pemerkosaan.' Jadi maksud dia mengatakan hal tersebut agar, 'Ingatlah Roger, beberapa gadis, mereka diperkosa sangat mudah. Itu bisa menjadi pemerkosaan keesokan harinya," tegasnya.
Pernyataan Roger ini menuai kritikan karena dia dinilai menyalahkan setiap korban dalam kasus pemerkosaan. Para aktivis juga menyebut Roger tidak mampu memahami realita kejahatan seksual yang terjadi di AS.
Bahkan calon wakil presiden AS dari Partai Republik Paul Ryan tidak sepakat dengan pernyataan Rivard ini. Beberapa saat sebelum debat cawapres melawan kandidat Partai Demokrat Joe Biden, Ryan menarik dukungannya terhadap Rivard.
Ini merupakan kali kedua bagi Ryan yang sebelumnya merupakan anggota kongres asal Wisconsin, untuk menarik dukungan dari rekan satu partainya terkait pernyataan soal isu pemerkosaan yang dianggap menyinggung. Pada Agustus lalu, seorang anggota kongres asal Missouri Todd Akin menuai kecaman karena menyebut tubuh wanitalah yang memancing kasus pemerkosaan.
(nvc/ita)











































