Biden & Ryan Berdebat Sengit Soal Nuklir Iran dalam Debat Cawapres AS

Biden & Ryan Berdebat Sengit Soal Nuklir Iran dalam Debat Cawapres AS

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 12 Okt 2012 11:17 WIB
Biden & Ryan Berdebat Sengit Soal Nuklir Iran dalam Debat Cawapres AS
Kentucky, - Isu nuklir Iran menjadi perdebatan sengit antara Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat Joe Biden dan calon wapres dari Partai Republik Paul Ryan dalam acara debat cawapres yang digelar hari ini. Menurut Biden, Iran masih sangat jauh untuk mendapatkan senjata nuklir. Namun ditegaskan Biden, AS akan menghentikan Iran sebelum terlambat.

Ryan mencetuskan, kebijakan Presiden AS Barack Obama justru membuat Iran kian dekat untuk mendapatkan senjata atom.

"Ketika Barack Obama terpilih, mereka punya cukup bahan nuklir untuk membuat satu bom. Sekarang mereka punya cukup untuk lima bom. Mereka kini empat tahun lebih dekat untuk mencapai kemampuan senjata nuklir," cetus Ryan seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (12/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biden pun merespons dengan tegas pernyataan rivalnya itu. Dikatakannya, Israel, AS dan komunitas intelijen militer sepakat mengenai seberapa dekat Iran untuk mendapatkan senjata nuklir.

"Mereka masih sangat jauh. Tak ada perbedaan antara pandangan kami dan mereka," kata Biden seraya menyinggung sanksi-sanksi berat yang diterapkan terhadap Iran.

"Ini sanksi-sanksi paling melumpuhkan dalam sejarah sanksi, titik, titik. Apakah Anda ingin berperang? Itukah yang ingin Anda lakukan sekarang," ucap Biden menantang Ryan yang usianya 27 tahun lebih muda darinya.

Ryan pun membalas. "Coba kita lihat ini dari sudut pandang ayatullah Iran. Apa yang mereka lihat? Mereka melihat pemerintahan ini mencoba mempermudah sanksi-sanksi di kongres selama dua tahun. Mereka bergerak lebih cepat menuju senjata nuklir," kata Ryan.

Biden dengan sengit menjawab: "Biar saya beritahu Anda apa yang dilihat ayatullah. Dia melihat perekonomiannya lumpuh. Ayatullah melihat ekspor minyak berkurang 50 persen. Dia melihat mata uang anjlok. Dia melihat perekonomian mulai terjun bebas... Kami tak akan membiarkan Iran mendapatkan senjata nuklir," pungkas Biden.

Debat cawapres yang digelar di Kentucky ini dibuka dengan argumen tentang keamanan nasional, kebijakan ekonomi, pajak dan asuransi kesehatan. Keduanya juga berdebat tentang serangan ke konsulat AS di Benghazi, Libya dan soal hubungan AS dengan Israel.



(ita/nrl)


Berita Terkait