Polisi Bangladesh Tahan Provokator Utama Kekerasan terhadap Umat Buddha

Polisi Bangladesh Tahan Provokator Utama Kekerasan terhadap Umat Buddha

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 11 Okt 2012 17:37 WIB
Polisi Bangladesh Tahan Provokator Utama Kekerasan terhadap Umat Buddha
Patung Buddha dikelilingi oleh puing-puing sisa kebakaran (AFP)
Dhaka, - Kepolisian Bangladesh berhasil menangkap pelaku utama dalam serangkaian pengrusakan dan pembakaran puluhan kuil Buddha, beberapa waktu lalu. Pria yang baru berusia 19 tahun ini disinyalir sebagai provokator utama yang memicu aksi kekerasan anti-Buddha di sejumlah wilayah Bangladesh.

Polisi menangkap Abdul Muktadir, seorang muslim yang tinggal di kawasan kota pelabuhan Chittagong, hari ini. Muktadir dituding telah mengunduh dan menyebarkan foto anti-Islam yang menjadi penyebab meluasnya aksi kekerasan ini.

Muktadir pertama kali melihat gambar yang dianggap menghina Islam tersebut dari akun Facebook milik seorang pria penganut Buddha yang tinggal di wilayah Ramu. Dalam foto tersebut, terlihat seorang wanita berdiri di atas sebuah Alquran dan juga terlihat sobekan halaman Alquran yang dibuang ke dalam toilet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Muktadir mengunduh foto tersebut ke komputernya dan kemudian menunjukkannya kepada sejumlah warga setempat, hal ini sontak memancing aksi kekerasan terhadap komunitas Buddha di wilayah tersebut," ujar Kepala Kepolisian setempat, Salim Jahangir, seperti dilansir AFP, Kamis (11/10/2012).

Insiden tersebut berawal pada 29 September 2012 malam waktu setempat. Beberapa jam kemudian, warga muslim yang diperkirakan mencapai 25 ribu orang telah berkumpul di kawasan Ramu, Cox's Bazaar untuk menggelar unjuk rasa. Namun ternyata unjuk rasa berujung pada aksi pengrusakan dan penyerangan sejumlah kuil dan rumah warga Buddha.

Menurut kepolisian setempat, terdapat lebih dari 20 kuil yang dirusak maupun dibakar di wilayah Cox's Bazaar dan sekitarnya. Polisi menyatakan, serangan ini telah direncanakan dengan matang. Sekitar 300 orang yang terlibat aksi kekerasan ini telah ditangkap oleh polisi setempat. Menteri Dalam Negeri Bangladesh Mohiuddin Khan Alamgir, menuding kelompok Islam radikal berada di balik aksi kekerasan ini. Namun dia tidak menyebutkan secara spesifik kelompok yang dimaksud.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini