Pemimpin badan dunia itu juga mengecam keras aksi bom bunuh diri yang menewaskan puluhan orang di Damaskus, ibukota Suriah pada Senin, 8 Oktober malam waktu setempat.
"Sekjen sangat prihatin karena lingkaran kekerasan di Suriah menciptakan tempat berkembangnya terorisme dan semua bentuk aksi-aksi kriminal. Semua kekerasan harus dihentikan," kata juru bicara Ban, Martin Nesirky dalam statemennya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (10/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan bom tersebut diklaim dilakukan oleh kelompok Al-Nusra Front yang terkait Al-Qaeda. Disebutkan bahwa pengeboman itu untuk membalas muslim yang "ditindas atau dibunuh" oleh rezim.
"Sebagai pembalasan bagi mereka yang telah menindas atau membunuh muslim-muslim, keputusan diambil untuk menyerang unit intelijen Angkatan Udara di Harasta," demikian pernyataan Al-Nusra yang diposting di forum-forum online jihad.
Konflik yang berlangsung di Suriah telah terjadi sejak Maret 2011 lalu. Puluhan ribu orang dilaporkan telah tewas dalam konflik tersebut. Sejumlah pemimpin negara-negara Barat dan Arab gencar menyerukan pengunduran diri Presiden Suriah Bashar al-Assad guna menghentikan pertumpahan darah tersebut.
(ita/nrl)











































