Namun belum diketahui nasib para tahanan yang ditahan di tempat tersebut. Pengeboman tersebut merupakan aksi bom bunuh diri. Salah seorang pelaku mengendarai ambulans yang bermuatan bahan peledak.
"Lusinan orang tewas dalam dua serangan bunuh diri terhadap unit intelijen Angkatan Udara di Harasta pada Senin malam," kata Rami Abdel Rahman, direktur organisasi pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir AFP, Selasa (9/10/2012).
"Nasib ratusan tahanan yang ditahan di ruang bawah tanah (gedung tersebut) belum diketahui. Rezim tak mengatakan apapun tentang apa yang terjadi semalam," ujar Abdel Rahman.
Serangan bom tersebut diklaim dilakukan oleh kelompok Al-Nusra Front yang terkait Al-Qaeda. Disebutkan bahwa pengeboman itu untuk membalas muslim yang "ditindas atau dibunuh" oleh rezim.
"Sebagai pembalasan bagi mereka yang telah menindas atau membunuh muslim-muslim, keputusan diambil untuk menyerang unit intelijen Angkatan Udara di Harasta," demikian pernyataan Al-Nusra yang diposting di forum-forum online jihad.
Konflik yang berlangsung di Suriah telah terjadi sejak Maret 2011 lalu. Puluhan ribu orang dilaporkan telah tewas dalam konflik tersebut. Sejumlah pemimpin negara-negara Barat dan Arab gencar menyerukan pengunduran diri Presiden Suriah Bashar al-Assad guna menghentikan pertumpahan darah tersebut.
(ita/nrl)











































