"Ancaman-ancaman dari rezim Zionis berasal dari kefrustrasian dan keputusasaan. Musuh ada di posisi yang melihat kekuatan Revolusi dan Republik Islam di berbagai bidang dan tidak menyukai kekuatan tersebut," cetus Menteri Intelijen Iran Heidar Moslehi seperti dilansir Press TV, Selasa (9/10/2012).
Dikatakan pejabat tinggi Iran itu, Iran akan membuat musuh-musuh menyesal jika mereka menyerang negeri tersebut.
Ditegaskannya, Irak tak pernah mengambil tindakan sepihak terhadap negara lain, tapi jika "ada negara yang membuat satu langkah kecil saja terhadap Iran, mereka pastinya akan menyesali hal itu."
Israel belakangan ini kian menggencarkan retorika perangnya terhadap Iran. Namun sejauh ini, Amerika Serikat selaku sekutu dekat Israel, menentang aksi militer terhadap Iran dalam waktu dekat ini.
Ancaman perang Israel tersebut didasarkan pada tudingan bahwa aktivitas nuklir Iran diam-diam digunakan untuk mengembangkan senjata atom. Tudingan itu telah berulang kali dibantah Teheran. Ditegaskan Teheran, program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi nuklir bagi kepentingan sipil.
(ita/nrl)











































