Capriles mengakui kekalahannya dan menyebut suara rakyat sebagai hal yang suci. "Agar tahu bagaimana untuk menang, kita harus tahu bagaimana untuk kalah," kata Capriles seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (8/10/2012).
"Bagi saya, apa yang dikatakan rakyat adalah suci," imbuhnya di depan para pendukungnya di markas besar kampanyenya. "Saya menerima dan menghormati keputusan rakyat," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kemenangan ini, Chavez akan kembali memimpin Venezuela selama enam tahun mendatang. Dia telah berkuasa di negeri itu selama hampir 14 tahun.
Sebelumnya dalam pilpres yang digelar tahun 2006 silam, Chavez meraih 62 persen suara, atau unggul 25 persen dibanding rivalnya Manuel Rosales. Chavez pertama kali memenangi pilpres Venezuela pada tahun 1998 dengan mengeruk 56 persen suara.
(ita/nrl)










































