Situasi Semakin Memburuk, Orang Pilih Mati

Situasi Semakin Memburuk, Orang Pilih Mati

Eddi Santosa - detikNews
Sabtu, 06 Okt 2012 00:31 WIB
Situasi Semakin Memburuk, Orang Pilih Mati
riverfrontimes.com
Praha - Perdana Menteri Tibet Dr. Lobsang Sangay kembali mengingatkan masyarakat internasional bahwa situasi di Tibet sedemikian memburuk sehingga orang memilih mati dengan cara membakar diri. PM Sangay kini berada di Praha untuk Forum 2000 Conference.

"Kehadiran PM Sangay di Praha sebagai salah satu pembicara dalam konferensi yang sesuai dengan keinginan terakhir mendiang Vaclav Havel akan membahas hubungan antara demokrasi dan media," demikian Filip Sebek dari Press Department Forum 2000 Foundation kepada detikcom malam ini, Jumat (5/10/2012) Waktu Eropa Tengah.

Sebelumnya PM Sangay dalam diskusi di Melbourne mengenai pendudukan Cina di Tibet mengatakan bahwa kebijakan jalan tengah tetap menjadi kebijakan pemerintahan Tibet di bawah kepemimpinannya sekarang.

"Dalam artian bahwa itu adalah penawaran win-win bagi pemerintah Cina untuk masuk ke dalam dialog dan menyelesaikan masalah Tibet secara damai," ujar PM Sangay.

Forum 2000 Conference ke-16 yang diselenggarakan setiap tahun di Praha itu akan berlangsung selama tiga hari (21-23/10/2012). Sampai saat ini, lebih dari 110 tokoh penting global telah mengkonfirmasi bahwa mereka akan menghadiri konferensi.

Sementara itu Executive Director Forum 2000 Foundation Jakub Klepal mengatakan bahwa isu Hak- hak Asasi Manusia (HAM), dukungan untuk demokrasi, dan kritik atas rezim totaliter telah menjadi bagian integral dari semua konferensi Forum 2000 sejak awal.

Selain itu, lanjut Klepal, tahun ini diskusi didedikasikan untuk peninggalan Vaclav Havel dengan penghormatan untuk demokrasi dan HAM. Sebagaimana diketahui, pahlawan perjuangan melawan rezim otoriter komunis itu semasa hidupnya sangat menaruh perhatian pada nasib Tibet.

"Saya yakin bahwa kebijakan mendukung demokrasi dan penghormatan terhadap HAM di mana- mana di dunia ini akan terus menjadi salah satu poin penting dari kebijakan luar negeri Ceko dan tidak akan menjadi korban perselisihan politik dalam negeri," pungkas Klepal. (es/es)


Berita Terkait