"AS seharusnya tidak menunggu perubahan dalam kebijakan Republik Islam soal program nuklir, mengingat Iran belum dan tidak akan mundur soal isu-isu yang masuk dalam kepentingan nasionalnya," tegas anggota parlemen senior Iran, Evaz Heidarpour seperti dilansir kantor berita Press TV, Jumat (5/10/2012).
Pemerintah Israel, Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya menuduh Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata nuklir lewat program nuklir yang dijalankannya. Pemerintah Iran berulang kali membantah tuduhan tersebut.
Washington telah menggunakan tuduhan itu sebagai dalih untuk menerapkan serangkaian sanksi internasional terhadap Iran.
Namun menurut Heidarpour, sanksi-sanksi tersebut tak ada kaitannya dengan program energi nuklir Iran.
"AS telah menerapkan sanksi-sanksi untuk mempermalukan negara Iran," cetus anggota Komite Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Parlemen Iran tersebut.
Menurut Heidarpour, sanksi-sanksi tersebut tak punya dampak efektif terhadap perekonomian Iran. "Iran tengah mengalami bentuk-bentuk sanksi yang paling parah yang tak bisa diperparah lagi. Jadi bisa dikatakan bahwa sanksi-sanksi tak berdampak efektif pada perekonomian Iran," pungkasnya.
(/)











































