"AS seharusnya tidak menunggu perubahan dalam kebijakan Republik Islam soal program nuklir, mengingat Iran belum dan tidak akan mundur soal isu-isu yang masuk dalam kepentingan nasionalnya," tegas anggota parlemen senior Iran, Evaz Heidarpour seperti dilansir kantor berita Press TV, Jumat (5/10/2012).
Pemerintah Israel, Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya menuduh Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata nuklir lewat program nuklir yang dijalankannya. Pemerintah Iran berulang kali membantah tuduhan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun menurut Heidarpour, sanksi-sanksi tersebut tak ada kaitannya dengan program energi nuklir Iran.
"AS telah menerapkan sanksi-sanksi untuk mempermalukan negara Iran," cetus anggota Komite Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Parlemen Iran tersebut.
Menurut Heidarpour, sanksi-sanksi tersebut tak punya dampak efektif terhadap perekonomian Iran. "Iran tengah mengalami bentuk-bentuk sanksi yang paling parah yang tak bisa diperparah lagi. Jadi bisa dikatakan bahwa sanksi-sanksi tak berdampak efektif pada perekonomian Iran," pungkasnya.
(/)











































