Gadis bernama Asha yang berusia 19 tahun, menjalin hubungan asmara dengan pemuda bernama Yogesh pada tahun 2010 lalu. Yogesh yang berprofesi sebagai sopir taksi ini berniat menikahi Asha, namun orangtua dan keluarga si gadis tidak merestui hubungan keduanya. Alasannya, karena Yogesh berasal dari kasta lebih rendah dari kasta keluarga mereka.
Hasil autopsi menyatakan, pasangan muda tersebut tewas akibat disiksa. Mereka diikat dengan tali dan kemudian dipukuli dengan pipa besi dan juga disetrum listrik hingga akhirnya tewas.
"Hasil pemeriksaan medis mengungkapkan bahwa keduanya meninggal akibat tersengat listrik berulang kali," demikian seperti dilaporkan surat kabar setempat, India Express, seperti dilansir AFP, Jumat (5/10/2012).
Kedua orangtua Asha, beserta paman, bibi, dan saudara laki-lakinya dinyatakan bersalah oleh pengadilan setempat. Kelimanya divonis hukuman mati dengan cara digantung oleh Hakim Ramesh Kumar.
"Kelima orang tersebut divonis hukuman mati karena terbukti bersalah telah melakukan penyiksaan dan pembunuhan terhadap sepasang muda-mudi hanya karena mereka saling jatuh cinta dan ingin menikah. Pembunuhan ini dilakukan dengan sengaja dan sangat keji," tutur jaksa penuntut PK Verma kepada AFP.
Kasus pembunuhan serupa memang marak terjadi di India. Seringkali menimpa pasangan muda yang menikah di luar kasta mereka atau pasangan yang memutuskan kawin lari karena tak mendapat restu keluarga. Pembunuhan semacam ini dilakukan dengan dalih menjaga nama baik keluarga, karena pasangan tersebut dianggap telah berbuat aib dan mencemarkan nama baik keluarga.
(nvc/ita)











































