Para demonstran ini awalnya melakukan long march ke gedung kedutaan yang disebut Komisi Tinggi Bangladesh di ibukota Kolombo pada Kamis (4/10) waktu setempat. Mereka kemudian menyampaikan sebuah petisi yang isinya mengecam aksi pengrusakan dan pembakaran kuil-kuil Buddha di wilayah Cox's Bazaar, Bangladesh.
Massa kemudian melempari gedung fasilitas diplomatik milik Bangladesh tersebut dengan batu. Beberapa kaca jendela gedung pun pecah akibat lemparan batu, sebelum polisi akhirnya berhasil memukul mundur para demonstran. Dampak dari unjuk rasa ini, sejumlah jalanan kota Kolombo terpaksa ditutup untuk sementara waktu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sebenarnya sangat toleran, tapi semakin hari kami menyadari bahwa ketidakadilan telah menimpa umat Buddha yang dilakukan oleh ekstremis Islam. Kami tidak bisa lagi bersabar," ujar seorang biksu bernama Galagoda Gnanasaara dalam pernyataannya seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (5/10/2012).
Aksi kekerasan terhadap sejumlah tempat ibadah umat Buddha di Bangladesh dimulai pada Sabtu (29/9) malam di wilayah Ramu, Cox's Bazaar. Aksi ini dipicu oleh klaim bahwa seorang pria penganut Buddha yang tinggal di Ramu telah memposting gambar yang menghina Alquran dalam akun Facebook-nya. Dengan cepat aksi tersebut meluas ke sejumlah wilayah lain di Bangladesh.
Sedikitnya 11 kuil Buddha di wilayah Cox's Bazaar dibakar dan 7 kuil lainnya dirusak. Kepolisian setempat menyatakan, 25 ribu orang di Bangladesh terlibat aksi ini. Menteri Dalam Negeri Bangladesh Mohiuddin Khan Alamgir menyalahkan para ekstremis Islam atas aksi kekerasan ini.
Selain di Sri Lanka, aksi protes serupa juga terjadi di Bangkok, Thailand. Pada Rabu (3/10) lalu, para biksu setempat menggelar aksi demo.
(/)










































