"Ketika saya naik panggung, saya bertemu dengan seseorang yang sangat bersemangat yang mengklaim dirinya sebagai Mitt Romney," ujar Obama seperti dilansir Reuters, Jumat (5/10/2012).
"Tapi saya merasa dia bukan Mitt Romney, karena Mitt Romney yang sebenarnya pernah berkeliling negara ini setahun terakhir, untuk menjanjikan pemotongan pajak USD 5 triliun yang menguntungkan orang-orang kaya. Orang yang berada di atas panggung semalam mengaku tak tahu sama sekali tentang hal tersebut," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal banyak isu yang bisa digunakan olehnya, seperti persoalan bisnis Romney di Bain Capital, video rahasia Romney yang menyebut 47 persen pemilih Obama bergantung sepenuhnya pada pemerintah, serta penolakan Romney untuk mengakui janjinya memotong pajak pendapatan jika terpilih sebagai Presiden AS.
Sejumlah pengamat menyebut, Romney lebih menguasai debat capres kemarin. Dan hasil survei CNN/ORC International menyatakan, 67 persen penonton di AS menyebut Romney sebagai pemenang debat capres kemarin, sedangkan Obama hanya memperoleh 25 persen.
Secara terpisah, penasihat senior Obama menyatakan tim kampanye Obama telah mengembangkan strategi baru untuk debat selanjutnya. Dijadwalkan, debat capres AS kedua dan ketiga akan digelar pada 16 Oktober di New York dan 22 Oktober di Florida.
"Kami tentu saja akan menambahkan soal ketidakjujuran Mitt Romney. Sulit untuk diingat dalam sejarah politik Amerika, keberadaan seorang kandidat utama presiden yang ternyata tidak jujur tentang beberapa misi dan visi kampanyenya," tutur penasihat senior Obama, Davil Axelrod.
(nvc/nrl)










































