Mantan pejabat tinggi berusia 44 tahun ini dijerat dakwaan menerima suap seks dari seorang wanita bernama Cecilia Sue Siew Nang. Wanita itu merupakan karyawan dari 2 perusahaan rekanan, Hitachi dan Oracle.
Gratifikasi itu bermula saat CNB berniat melakukan proyek IT dengan sejumlah perusahaan rekanan. Kedua perusahaan rekanan tersebut termasuk sebagai kandidat-kandidat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada sidang 26 September, tak dinyana-nyana Cecelia Sue dihadirkan oleh jaksa. Kehadiran saksi mahkota ini membuat pengunjung sidang terhenyak, bahkan mendatangkan keberatan dari pengacara Ng. Cecelia yang berusia 36 tahun ini tiba di pengadilan dengan mengenakan setelan blazer hitam dan kacamata hitam. Inilah kisah Cecilia bersumber dari Harian Detik, AFP, AsiaOne dan Shin Min Daily News:
Gratifikasi Oral Seks
|
|
Shin Min Daily News bahkan melaporkan keduanya berkenalan 3 tahunΒ lalu sebelum Cecilia jadi tenaga pemasaran Hitachi Data System.Β Keduanya tetap menjalin kontak bahkan hingga Cecilia pindah keΒ Oracle Corporation Singapore.
Dengan suara bergetar, Cecilia memenuhi permintaan jaksa buatΒ menceritakan detail gratifikasi dalam bentuk oral seks tersebut.Β Menurut perempuan yang sudah menikah itu, Ng memaksanya memberiΒ seks oral empat kali, yakni di lapangan parkir Hotel Beufort, taman Mount Faver, kebun raya Hort Park dan Singapore General Hospital.
Saat pertama kali dipaksa memberi seks oral di Hotel Beaufort, Cecilia mengatakan sempat melawan dengan mendorong Ng. Saat itu Ng meminta maaf dan berjanji tak mengulangi.
Ditanya jaksa alasan ia tetap menemui Ng, Cecilia menjawab takut merusak hubungan perusahaan dengan Badan Antinarkotika jika menolak bertemu. "Saya takut Ng tersinggung, apalagi ia sangat berpengaruh bahkan sampai ke instansi lainnya," ujarnya tanpa pernah melakukan kontak mata dengan dengan Ng.
Gratifikasi Seks Mendatangkan Untung Rp 5 Miliar
|
|
Menurut Shin Min Daily News, kedua perusahaan mendapat untung setidaknya Sin$ 640 ribu atau sekitar Rp 5 miliuar dari gratifikasi seks Cecilia. Memang kedua perusahaan itu tak berhubungan langsung dengan lembaga yang dipimpin Ng. Namun Ng membeli produk teknologi informasi dari perusahaan yang memakai peranti keras dan lunak dari perusahaan tempat Cecilia bekerja.
Cecilia Depresi, Ng Bangkrut
|
|
Jaksa Tan mengatakan Cecilia kini tengah dirawat dua psikiater, yakni dokter Ken Ung dan dokter Jerome Goh dan Institut Kesehatan Jiwa Singapura.
Cecilia terpaksa dihadirkan ke pengadilan 26 September lalu setelah jaksa gagal membujuk pengadilan melarang namanya disebut dalam pemberitaan media berkaitan dengan kasus gratifikasi seks.
Cecilia datang mengenakan kacamata gelap dan menghindari wartawan. Selama berjam-jam ia mengurung diri di ruang saksi dan hanya keluar sekali buat ke toilet.
Cecilia disebut-sebut punya jam terbang tinggi dalam memasarkan produk perusahaan teknologi informasi. Lulus dari Politeknik Singapuran dan Universitas Teknologi Curtin Australia, Cecilia memulai kariernya dari IBM Singapura selama 6 tahun. Setelah itu, dia tercatat bekerja di Sun Microsystems, lalu pindah ke Hitachi Data Systems sebelum akhirnya jadi manajer pemasaran di Oracle Corporation Singapore.
Sementara itu, Ng Boon Gay mengaku kewalahan membiayai kasus hukumnya. Dalam persidangan, ia mengeluh kepada seorang pendukungnya soal mahalnya membayar penasihat hukum. "Saya terpaksa membobol tabungan hari tua," kata Ng.
Pengacaranya, Tan Chee Meng dan Melanie Ho, dibayar ribuan dolar Singapura per jam. Demi membebaskan diri dari jeratan hukum, Ng diperkirakan harus menguras kantong hampir Rp 4 miliar atau hampir setara dengan kerugian negara gara-gara ulahnya.
Hanya Seks Oral, Tak Ada Hubungan Badan
|
|
Bodyguard Cecilia
|
|
Dengan kacamata hitam dan wajah garang, pesan yang mereka kirim jelas: jangan main-main dengan kami. Para bodyguard itu mengelingi Cecilia dan mereka menarik perhatian sebagaimana dengan Cecilia.
Β
Tidak diketahui dari mana pengawal itu berasal. Perusahaan-perusahaan lokal setempat mengaku tidak menyediakan jasa pengawalan untuk Cecilia. Seorang direktur perusahaan jasa pengawalan bahkan menyebut para pengawal Cecilia itu tampak tidak profesional.
Halaman 2 dari 6











































