Kisah Cecilia dan Skandal Gratifikasi Seks di Singapura

Kisah Cecilia dan Skandal Gratifikasi Seks di Singapura

Nurul Hidayati - detikNews
Jumat, 05 Okt 2012 11:55 WIB
Kisah Cecilia dan Skandal Gratifikasi Seks di Singapura
Singapura - Jika di Indonesia gratifikasi seks hanya ramai dalam obrolan, tidak dengan Singapura. Mantan Direktur Biro Narkotika Pusat (CNB) Singapura Ng Boon Gay diseret ke pengadilan dengan dakwaan mendapat suap seks dari seorang wanita yang bekerja pada perusahan rekanannya.

Mantan pejabat tinggi berusia 44 tahun ini dijerat dakwaan menerima suap seks dari seorang wanita bernama Cecilia Sue Siew Nang. Wanita itu merupakan karyawan dari 2 perusahaan rekanan, Hitachi dan Oracle.

Gratifikasi itu bermula saat CNB berniat melakukan proyek IT dengan sejumlah perusahaan rekanan. Kedua perusahaan rekanan tersebut termasuk sebagai kandidat-kandidat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ng didakwa menerima gratifikasi seks dari Cecilia sebanyak 4 kali dalam waktu yang berbeda untuk memuluskan tender. Gratifikasi ini diberikan dalam rentang waktu Juni 2011 hingga Desember 2011. Atas dakwaan tersebut, Ng mengaku tak bersalah. Ng ditangkap pada 19 Desember 2011 lalu dan dijerat dengan Undang-Undang Antikorupsi.

Pada sidang 26 September, tak dinyana-nyana Cecelia Sue dihadirkan oleh jaksa. Kehadiran saksi mahkota ini membuat pengunjung sidang terhenyak, bahkan mendatangkan keberatan dari pengacara Ng. Cecelia yang berusia 36 tahun ini tiba di pengadilan dengan mengenakan setelan blazer hitam dan kacamata hitam. Inilah kisah Cecilia bersumber dari Harian Detik, AFP, AsiaOne dan Shin Min Daily News:

Gratifikasi Oral Seks

Dalam sidang 26 September 2012, Cecilia menceritakan perkenalannyaΒ  dengan Ng di sebuah bar di Tanjong Pagar. Saat itulah Ng tahuΒ  Cecilia bekerja di bagian pemasaran perusahaan teknologi informasi.

Shin Min Daily News bahkan melaporkan keduanya berkenalan 3 tahunΒ  lalu sebelum Cecilia jadi tenaga pemasaran Hitachi Data System.Β  Keduanya tetap menjalin kontak bahkan hingga Cecilia pindah keΒ  Oracle Corporation Singapore.

Dengan suara bergetar, Cecilia memenuhi permintaan jaksa buatΒ  menceritakan detail gratifikasi dalam bentuk oral seks tersebut.Β  Menurut perempuan yang sudah menikah itu, Ng memaksanya memberiΒ  seks oral empat kali, yakni di lapangan parkir Hotel Beufort, taman Mount Faver, kebun raya Hort Park dan Singapore General Hospital.

Saat pertama kali dipaksa memberi seks oral di Hotel Beaufort, Cecilia mengatakan sempat melawan dengan mendorong Ng. Saat itu Ng meminta maaf dan berjanji tak mengulangi.

Ditanya jaksa alasan ia tetap menemui Ng, Cecilia menjawab takut merusak hubungan perusahaan dengan Badan Antinarkotika jika menolak bertemu. "Saya takut Ng tersinggung, apalagi ia sangat berpengaruh bahkan sampai ke instansi lainnya," ujarnya tanpa pernah melakukan kontak mata dengan dengan Ng.

Gratifikasi Seks Mendatangkan Untung Rp 5 Miliar

Sementara itu Direktur Operasional Oracle Corporation Singapore Leslie Ong membenarkan Cecilia 'memegang' Badan Antinarkotika Singapura. Namun Leslie membantah jika dikatakan bahwa saat gratifikasi seksi itu diberitakan, perusahaannya sedang mengikuti tender teknologi informasi dengan instansi tersebut. Sebelumnya, Hitachi Data System juga menyatakan tak tahu-menahu soal gratifikasi seks oleh karyawannya tersebut.

Menurut Shin Min Daily News, kedua perusahaan mendapat untung setidaknya Sin$ 640 ribu atau sekitar Rp 5 miliuar dari gratifikasi seks Cecilia. Memang kedua perusahaan itu tak berhubungan langsung dengan lembaga yang dipimpin Ng. Namun Ng membeli produk teknologi informasi dari perusahaan yang memakai peranti keras dan lunak dari perusahaan tempat Cecilia bekerja.

Cecilia Depresi, Ng Bangkrut

Kasus gratifikasi seks yang mengguncang Singapura ini membuat Cecilia stres. Dokter pribadi Cecilia mencemaskan kondisi pasiannya. Cecilia didiagnosa menderita depresi akut. "Kalau dia terus mengalami tekanan, ia bisa nekat bunuh diri," kata dokter seperti dikutip jaksa Tan Ken Hwee saat mengajukan perlindungan pengadilan buat Cecilia.

Jaksa Tan mengatakan Cecilia kini tengah dirawat dua psikiater, yakni dokter Ken Ung dan dokter Jerome Goh dan Institut Kesehatan Jiwa Singapura.

Cecilia terpaksa dihadirkan ke pengadilan 26 September lalu setelah jaksa gagal membujuk pengadilan melarang namanya disebut dalam pemberitaan media berkaitan dengan kasus gratifikasi seks.

Cecilia datang mengenakan kacamata gelap dan menghindari wartawan. Selama berjam-jam ia mengurung diri di ruang saksi dan hanya keluar sekali buat ke toilet.

Cecilia disebut-sebut punya jam terbang tinggi dalam memasarkan produk perusahaan teknologi informasi. Lulus dari Politeknik Singapuran dan Universitas Teknologi Curtin Australia, Cecilia memulai kariernya dari IBM Singapura selama 6 tahun. Setelah itu, dia tercatat bekerja di Sun Microsystems, lalu pindah ke Hitachi Data Systems sebelum akhirnya jadi manajer pemasaran di Oracle Corporation Singapore.

Sementara itu, Ng Boon Gay mengaku kewalahan membiayai kasus hukumnya. Dalam persidangan, ia mengeluh kepada seorang pendukungnya soal mahalnya membayar penasihat hukum. "Saya terpaksa membobol tabungan hari tua," kata Ng.

Pengacaranya, Tan Chee Meng dan Melanie Ho, dibayar ribuan dolar Singapura per jam. Demi membebaskan diri dari jeratan hukum, Ng diperkirakan harus menguras kantong hampir Rp 4 miliar atau hampir setara dengan kerugian negara gara-gara ulahnya.

Hanya Seks Oral, Tak Ada Hubungan Badan

Pada sidang esok harinya, 27 September, Cecilia mencabut sebagian keterangannya di persidangan. Saat dicecar pengacara terdakwa, Cecilia membantah telah terjadi hubungan seksual antara dia dan Ng sebagaimana termuat dalam berita acara penyidikan KPK Singapura (CPIB) pada 20 Desember 2011. Tapi kata Cecilia, ihwal seks oral yang diberikannya kepada Ng benar adanya.

Bodyguard Cecilia

Hingga kini kasus Cecilia masih menyita perhatian di Singapura. Media AsiaOne edisi Jumat (5/10/2012) menyoroti para bodyguard yang mengitari Cecilia setiap perempuan itu bersaksi di pengadilan.

Dengan kacamata hitam dan wajah garang, pesan yang mereka kirim jelas: jangan main-main dengan kami. Para bodyguard itu mengelingi Cecilia dan mereka menarik perhatian sebagaimana dengan Cecilia.
Β 
Tidak diketahui dari mana pengawal itu berasal. Perusahaan-perusahaan lokal setempat mengaku tidak menyediakan jasa pengawalan untuk Cecilia. Seorang direktur perusahaan jasa pengawalan bahkan menyebut para pengawal Cecilia itu tampak tidak profesional.
Halaman 2 dari 6
(nrl/nrl)


Berita Terkait