Hal tersebut disampaikan pemerintah Rusia yang merupakan sekutu utama Suriah.
"Lewat Dubes kami untuk Suriah, kami telah berbicara dengan otoritas Suriah yang meyakinkan kami... bahwa apa yang terjadi di perbatasan dengan Turki merupakan kecelakaan tragis, dan bahwa itu tak akan terjadi lagi," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov seperti diberitakan media Rusia dan dilansir AFP, Kamis (4/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Alexander Lukashevich menyebut insiden tersebut "eskalasi berbahaya" atas konflik Suriah. Dia pun meminta Suriah dan Turki untuk menahan diri dan saling menghormati kedaulatan wilayah dan integritas masing-masing negara.
Serangan mortir dari arah Suriah terjadi pada Rabu, 3 Oktober dan menghantam pemukiman di wilayah perbatasan Akcakale di selatan Turki. Dua wanita dan tiga anak-anak tewas dalam serangan itu. Salah satu dari kedua wanita itu merupakan ibu dari ketiga anak-anak tersebut. Tidak diketahui siapa yang menembakkan mortir dari arah Suriah tersebut.
Atas serangan mematikan itu, pasukan artileri Turki pun membombardir wilayah Suriah sebagai aksi balasan. Serangan artileri itu dilaporkan menewaskan beberapa tentara Suriah. Militer Turki kini juga telah menambah jumlah pasukan di perbatasan kedua negara.
(ita/nrl)










































