AS Siapkan Operasi Rahasia di Libya Untuk Tangkap Pembunuh Dubes AS

AS Siapkan Operasi Rahasia di Libya Untuk Tangkap Pembunuh Dubes AS

Danu Mahardika - detikNews
Kamis, 04 Okt 2012 17:31 WIB
AS Siapkan Operasi Rahasia di Libya Untuk Tangkap Pembunuh Dubes AS
aksi demo di Benghazi (AFP)
Washington, -

Amerika Serikat kini tengah menyiapkan operasi rahasia untuk menangkap para pelaku penyerangan gedung Konsulat AS di Benghazi, Libya. Serangan itu menewaskan Duta Besar (Dubes) AS untuk Libya, Chris Stevens dan 4 staf diplomatik AS lainnya.

Menurut pejabat-pejabat AS seperti dilansir The New York Times, Kamis (4/10/12), operasi rahasia ini akan dilakukan karena pemerintah AS menganggap Libya tidak mampu menangkap pelaku serangan tersebut. Saat ini, tim Komando Operasi Khusus Gabungan tersebut sedang mengumpulkan berbagai informasi tentang para pelaku penyerangan.

Pengumpulan berbagai data dan informasi ini merupakan langkah awal tim tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan instruksi Presiden Barack Obama untuk melakukan operasi penyergapan para pelaku seranan di Libya itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Operasi ini sendiri nantinya dapat berupa serangan pesawat tak berawak, operasi serbuan khusus seperti yang menewaskan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden, atau bisa juga misi bersama dengan pihak berwenang Libya.

Dilain pihak, pemerintah Libya menyatakan pihaknya menentang setiap tindakan militer sepihak AS untuk menangkap para penyerang. "Kami tidak akan menerima siapapun masuk ke dalam Libya,'' kata Perdana Menteri Libya, Mustafa Abu Shagur saat diwawancarai televisi al-Jazeera.

Ditegaskannya, operasi militer AS ini melanggar kedaulatan Libya sebagai sebuah negara. Pihaknya akan dengan tegas menolak hal tersebut. "Itu akan melanggar kedaulatan dan kami akan menolaknya," tandasnya.

Satu jam setelah serangan di Benghazi beberapa waktu lalu, salah seorang pejabat AS mengatakan, agen mata-mata AS sempat berhasil menyadap komunikasi elektronik dari para pejuang Ansar al-Sharia kepada jaringan Al-Qaeda di Aljazair. Hasil penyadapan ini akan masuk dalam informasi rahasia tim Komando Operasi Khusus Gabungan.

Terkait usaha pengumpulan informasi ini, pihak Libya juga telah membantu dengan mengidentifikasi penyerang berdasarkan laporan saksi, video dan foto-foto dari tempat kejadian.

Otoritas AS menduga kuat kelompok Ansar al-Sharia inilah yang mendalangi serangan ke konsulat AS di Benghazi.

Saat ini Pentagon tengah menggencarkan penggunaan pesawat-pesawat pengintai tanpa awak yang terbang di atas wilayah Libya timur. Hal ini berkaitan dengan pengumpulan data penyadapan elektronik dan informasi lainnya yang dapat membantu menyusun daftar target mereka.

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini